Berita Banjarmasin

Deadline Pemko Banjarmasin untuk Warga Rantauandarat, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ucapkan Ini

Deadline Pemko Banjarmasin untuk Warga Rantauandarat, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ucapkan Ini

Deadline Pemko Banjarmasin untuk Warga Rantauandarat, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ucapkan Ini
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Pasukan Satpol PP Kota Banjarmasin bubar pascaditundanya pembongkaran bangunan di Rantauandarat, Kamis (14/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Eksekusi bangunan di Rantauandarat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel yang direncanakan pada Kamis (14/3/2019) akhirnya diputuskan ditunda.

Keputusan tersebut hasil dari mediasi antara Pemko Banjarmasin dengan warga yang terdampak pengosongan bangunan di kawasan tersebut.

Mediasi yang berlangsung di musala pada kawasan tersebut diikuti warga dan sejumlah SKPD terkait, yakni Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Pemko Banjarmasin, serta Dinas Perumahan dan Pemukinan Kumuh Banjarmasin. Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah.

Kedatangan Hermansyah ke lokasi tersebut bersama ratusan personel Satpol PP Kota Banjarmasin. Selain itu melibatkan pula anggota TNI dan Polri.

Baca: Sindiran Syahrini untuk Luna Maya Soal Jodoh Saat Jumpa Pers Bersama Reino Barack Diprotes Psikolog

Baca: Bukan dengan Natasha Wilona, Verrell Bramasta Justru Digandeng Wanita Cantik Ini Saat Kampanye

Baca: Reaksi Khofifah Indar Parawansa Sikapi Isu Kiamat yang Buat 52 Warga Ponorogo Pindah ke Malang

Bahkan sebelum eksekusi dilakukan, jajaran Pemko dan aparat penegak hukum dan Perda tersebut melakukan apel di halaman Balai Kota Banjarmasin.

Hermansyah mengatakan kedatangan pasukan Satpol PP memang sudah sesuai prosedur. Terlebih SP 3 telah diberikan pada 11 Maret 2019 kemaren. Sehingga Satpol PP kembali mendatangi lokasi tersebut.

Sebutnya pula, pihak Pemko Banjarmasin hendak melaksanakan eksekusi secara santun. Lantas, pertemuan dengan warga pun kembali dilakukan saat dirinya dan jajaran Pemko Banjarmasin serta pasukan Satpol PP ke tempat itu.

“Sesuai kesepakatan mediasi ini mereka kami beri waktu satu bulan dan diberi toleransi lagi selama satu minggu,” ucap Hermansyah.

Baca: Jemaah Haul Guru Sekumpul Asal Lombok NTB Terlambat Pulang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kawasan tersebut ucap Hermansyah sudah wajib bersih pada 21 April 2019, sesuai batas waktu yang diberikan oleh Pemko Banjarmasin. Dalam eksekusi tersebut pihaknya masih mengutamakan dialog.

Meski ditunda pembongkaran, namun Hermansyah mengatakan kalau hal itu sama sekali tidak akan menunda pembangunan rumah sakit yang direncanakan di belakang area tersebut. Ia juga sudah membicarakan hal itu dengan SKPD terkait.

Selain itu, Pemko Banjarmasin juga menyediakan delapan unit tempat tinggal di rusunawa. Tempat itu sebagai pengganti delapan unit bangunan yang bakal dirobohkan. Meski warga saat ini juga mendapatkan biaya pergantian, namun harga yang ditawarkan masih dianggap kecil.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved