Berita Banjarmasin

Dermaga Penyeberangan Mobil Bakal Terganjal Izin Menhub, Dishub Kalsel : Tolong Dikaji Ulang

Rencana dermaga penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Batola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI nantin bakal terganjal izin Menhub.

Dermaga Penyeberangan Mobil Bakal Terganjal Izin Menhub, Dishub Kalsel : Tolong Dikaji Ulang
Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Jalur menuju Jembatan Alalak II, Jembatan Tembus Terminal Handil Bakti, Kabupaten Batola mulai hari ini resmi ditutup untuk perbaikan oprit jembatan, Jumat (1/2/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana pembuatan dermaga penyeberangan mobil sebanyak dua buah untuk mengantisipasi kemacetan penutupan Jembatan Sungai Alalak,  Kayu Tangi Ujung, tak berjalan mulus.

Rencana membuat dermaga penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Batola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI nantin bakal terganjal izin Menteri Perhubungan (Menhub).

“Iya, untuk membuat jembatan penyeberangan mobil antar kabupaten kota perlu izin dari Menteri Perhubungan (Menhub). Ini perlu dipikirkan Pemkab Batola,” tegas Gusti Aina, Kabid Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kalsel, Jumat (14/3/2019).

Menurut Aina, untuk membangun demarga penyeberangan mobil, maka harus ada persetujuan dari Pemkab Batola dan Pemko Banjarmasin. Selain itu, untuk membuat jembatan penyeberangan mobil juga harus ada kajian, seperti berapa kebutuhan kapal dari dermaga tersebut.

“Selama ini belum ada pembicaraan resmi dari Dinas Perhubungan (Disbub) Batola ke Dishub Kalsel soal rencana pembuatan jembatan penyeberangan mobil ini,” katanya.

Baca: Pembayaran Klaim BPJS Seret, Suciati : 5 Perusahaan Farmasi Ancam Stop Distribusi Obat ke RSUD Ulin

Aina memastikan pasti akan terjadi kemacetan untuk pasca penutupan, Jembatan Sungai Alalak, Kayu Tangi Ujung penghubung Banjarmasin. Tinggal pengguna jalan saja yang memperhitungkan waktu untuk berangkat dan pulang kerja saja serta perlu kesabaran.

“Kalau Pemkab Batola membangun dermaga mobil harus dilihat juga efektivitasnya ke depan. Ini kan darurat. Harus diperhitungkan juga berapa mobil yang bisa diangkut kapal dan dari sisi waktu, apakah tidak menyedot waktu pengendara mobil,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Batola, Suriani, berjanji dalam waktu dekat akan memanggil dan berkoordinasi dengan dishub setempat terkait rencana pembuatan dermaga penyeberangan mobil sebanyak dua buah untuk mengantisipasi kemacetan penutupan Jembatan Sungai Alalak, Jembatan Sungai Alalak, Kayu Tangi Ujung.

“Iya pasti kita akan panggil dinas perhubungan untuk memastikan masalah ini. Semuanya harus jelas. Sampai saat ini ujicoba rekayasa lalulintas untuk mengantisipasi kemacetan saja belum ada. Ini yang kita tunggu, bagaimana hasilnya,” tegas Suriani.

Baca: Pengendara Scoopy Merah Tewas Tabrak Buritan Truk Parkir di Bundaran Masjid Al Munawwarah Banjarbaru

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Batola, Abdul Manaf, menyatakan Pemkab Batola akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (dishub) Kota Banjarmasin, terkait rencana pembuatan dua dermaga penyeberangan mobil. Hanya saja sampai saat ini belum ada tanggapan dari Dishub Kota Banjarmasin.

“Sampai saat ini Dishub Kota Banjarmasin belum memutuskan terkait rencana pembuatan dua Dermaga penyeberangan. Mudah-mudahan mereka sedang koordinasi. Sebab, waktunya sangat mendesak,” katanya.

Manaf memperkirakan akan terjadi kemacetan luar biasa jika jalur roda empat hanya Banjarmasin Marabahan-Marabahan Banjarmasin jika hanya mengandalkan jalur alternatif Jembatan Sungai Alalak II, tembus terminal Handil Bakti.

“Pasti macet. Untuk itu perlu dibuat penyeberangan mobil,” katanya.

Dia berharap pembuatan dua dermaga penyeberangan mobil Banjarmasin-Alalak, Alalak-Banjarmasin itu bisa diputuskan secepat mungkin antara Pemko Banjarmasin dan Pemkab Batola karena waktunya sudah tidak ada lagi.

“Jangan sampai nanti sudah terjadi kemacetan yang tidak ada solusinya, baru Pemkab Batola dan Pemko Banjarmasin bergerak. Ini yang tidak kita inginkan. Dua penyeberangan mobil ini sangat penting. Empat dermaga penyeberangan roda dua sudah direncanakan,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved