Ekonomi dan Bisnis

Hanya Tunjuk Empat Agen Jual Tiket Umrah, Ini Tanggapan Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin

Pemesanan tiket umrah maskapai Garuda Indonesia hanya dapat dilakukan di empat agen besar di Jakarta, sejak 1 Maret 2019 lalu.

Hanya Tunjuk Empat Agen Jual Tiket Umrah, Ini Tanggapan Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin
Istimewa/Anjar Wulandari.
Pertemuan Forum Komunikasi Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kalsel membahas kebijakan pembelian tiket Garuda Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemesanan tiket umrah maskapai Garuda Indonesia hanya dapat dilakukan di empat agen besar di Jakarta, sejak 1 Maret 2019 lalu.

Sontak kebijakan ini menuai kecaman dari sejumlah travel agen di daerah khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menyoal alasan penunjukkan empat agen yang dinilai merugikan travel agen di Kalsel, Sales Service & Manager Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin, Prasetyo Putro Santoso

Sales & Service Manager Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin, Prasetyo Putro Santoso mengatakan, pihak Garuda Pusat yang berwenang untuk memberikan penjelasan atas hal tersebut.

"Mohon maaf mbak, kita belum bisa memberi komentar ya," tulisnya lewat pesan singkat di ponsel.

Baca: Terkait Kebijakan Tiket Umrah Garuda, KPPU Kalimantan Segera Tindaklanjuti ke KPPU Pusat

Dampak dari kebijakan Direksi Garuda Indonesia itu, Pengusaha travel umrah dan haji khusus di Banua mengancam meninggalkan Garuda Indonesia.

Sebab biro-biro umrah tidak bisa lagi melakukan pembelian tiket langsung melalui Garuda Indonesia. Padahal harga tiket yang hanya bisa dibeli lewat empat agen di Jakarta itu lebih mahal.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh dan Haji Khusus (FK PPIU HK) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru, Kamis (14/3/2019). Hadir pada kesempatan itu, sekitar 26 perwakilan travel umrah dan haji khusus di Kalsel.

Ketua FK PPIU HK Kalsel, Saridi, mengatakan pengusaha travel umrah di Banua memang cukup terusik dengan kebijakan baru Garuda Indonesia terkait penjualan tiket.

"Teman-teman keberatan atas kebijakan tersebut. Kami minta kebijakan ini dicabut, dikembalikan seperti semula," ujarnya.

Dijelaskan, akibat kebijakan ini travel umrah lokal kesulitan melakukan reservasi, booking dan issued tiket, serta memantau seat. Kondisi ini juga mempengaruhi biaya operasional, sehingga mengganggu sistem penjualan paket umrah.

Baca: Jembatan Longsor Warga Tak Bisa Melintas, 300 Rumah Terisolasi di Desa Panaan, Tabalong

Menurut Saridi tidak hanya di Kalsel, tapi biro perjalanan umrah dan haji khusus di hampir seluruh Indonesia keberatan.

"Dari sisi harga yang jelas saat ini ada kenaikan Rp 2,4 juta, per 1 Maret. Sekarang di atas Rp 17 juta. Padahal sebelumnya bisa kita jual Rp 15 jutaan," paparnya.

Pihaknya berharap aspirasi pengusaha travel umrah dan haji khusus ini segera direspons maskapai. Jika tidak, anggotanya sudah ada yang berencana beralih menggunakan maskapai lain.

Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat potensi pasar jemaah umrah di Kalsel sangat besar. Untuk Kalsel saja ada sekitar 25 ribu jemaah setiap satu musim atau satu tahun. Di mana 60 persennya selama ini menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved