Berita Tabalong

Jembatan Longsor Warga Tak Bisa Melintas, 300 Rumah Terisolasi di Desa Panaan, Tabalong

Jembatan longsor yang terjadi di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara menyebabkan 300 rumah terisolasi, akibat longsor yang terjadi Kamis.

Jembatan Longsor Warga Tak Bisa Melintas, 300 Rumah Terisolasi di Desa Panaan, Tabalong
istimewa/warga panaan.
Jembatan di Desa Panaan, Kecamatan Haruai, Tabalong, longsor bagian tengahnya sehingga menyulitkan warga beraktivitas, Kamis (14/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Jembatan longsor yang terjadi di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara menyebabkan 300 rumah terisolasi. Longsor yang terjadi pada Kamis (14/03/2019) pukul 17.00 wita itu menyulitkan warga melakukan aktivitas.

Karena jembatan tersebut merupakan satu satunya akses untuk menuju pusat desa Panaan di RT 01 dan RT 02. Kepala Desa Panaan Aji mengatakan longsor merusak jembatan dan jalan sepanjang 24 meter.

Dirinya tinggal di Rt 04 sebelum jembatan longsor jaraknya sekitar 16 kilometer dari rumah tempat tinggalnya , Desa Panaan sendiri memiliki 5 Rt dan jaraknya memang cukup berjauhan.

Warga tak bisa melintas mskipun dengan berjalan kaki, jembatan sebelumnya telah mulai retak satu hari sebelum kejadian. Ditambah dengan hujan deras pada malam hari sehingga mengakibatkan longsor.

Dan warga juga tidak ada yang berani melintasi meski hanya dengan sepeda motor. Basanya jembatan dan jalan tersebut bisa dilintasi oleh mobil.

Baca: Penangkapan Pembawa 30 Gram Sabu oleh Subdit 1 Narkoba Polda Kalsel di Amuntai Sempat Macetkan Jalan

Baca: Khusus Santri Melipat Kertas Surat Suara Malam Hari, KPU Dibantu Mahasiswa dan Santri

"Ada sekitar 300 rumah yang terisolasi karena tidak bisa melintasi jalan tersebut," ujarnya. Warga sempat berinisiatif untuk memperbaiki secara swadaya namun tidak bisa dilanjutkan karena tidak ada material.

Sementara warga diminta untuk menghemat bahan makan pokok, jika memungkinkan untuk menyebragi aliran sungai di bawah jembatan menggunakan perahu. "

Namun perahu juga tidak bisa leluasa melintas karena arus sungai bisa sangat deras, jika curah hujan tinggi," ujarnya.

Beruntung saat terjadi longsor tidak ada warga yang sedang melintas, sehingga tidak ada korban. Rencananya BPBD dan Dinas PUPR akan melihat langsung kondisi jalandan jembatan yang longsor tersebut.

Aji mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan jika ingin melintas menggunakan perahu harua berhati hati, karena arus sungaibyang saat ini masih deras. (Banjarmasinpost.co id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved