Berita Banjarmasin

NEWS VIDEO : Satpol PP Kota Banjarmasin Kembali Tertibkan Bangunan Liar di Kolong Jembatan Antasari

NEWS VIDEO : Satpol PP Kota Banjarmasin Kembali Tertibkan Bangunan Liar Di Bawah Jembatan Antasari

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin mendatangi kolong Jembatan Antasari, Banjarmasin, Kamis (14/3/2019). Mereka menertibkan area tersebut, karena masih ditemui ada saja warga yang bermukim di tempat larangan itu.

Ya, ketika melihat kolong jembatan Antasati dari atas jembatan, maka akan telihat adanya permukiman warga. Bukan rumah, melainkan hanya alas papan beratap terpal dan bangunan yang sama sekali nonpermanen.

Beberapa warga tinggal di lokasi tersebut. Bahkan didapati ada tiga anak kecil yang juga tinggal disana.

Ketika pembongkaran berlangsung, warga yang tinggal di kolong jembatan itu telihat pasrah. Mereka membiarkan petugas Satpol PP membongkar atap terpal dan bangunan papan di kawasan tersebut. Ada pula warga yang hanya duduk.

Baca: Penjelasan Satpol PP Kota Banjarmasin Usai Diamuk Perempuan Saat Tertibkan Kolong Jembatan Antasari

Namun juga ada yang terlihat sibuk memasukan barang ke dalam tas.

Kesibukan personil Satpol PP menertibkan bawah jembatan itu menjadi perhatian anak-anak yang tinggal disana. Satu di antaranya ialah Cahaya. Bocah empat tahun ini mulai menangis ketika petugas membersihkan tempat ia tinggal.

Saat ditanya banjarmasinpost.co.id, Cahaya masih menangis dan mulai mengusap air matanya. Anak perempuan ini menyebutkan kalau ia tinggal bersama adik dan ibunya di kolong jembatan itu. Padahal ia memiliki rumah di area lain.

“Rumah ulun (saya) ada di Taluk, tapi Mama membawai (mengajak) tinggal disini, padahal ading ulun (adik saya) sedang sakit,” ungkapnya.

Baca: Petugas Satpol PP Kota Banjarmasin Diamuk Perempuan yang Tinggal di Kolong Jembatan Antasari

Kasi Operasi Bidang Penertiban Umum Satpol PP Kota Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha, penertiban itu sudah kesekian kalinya dilakukan.

“Tindakan yang kami lakukan pada dasarnya ialah penertiban, termasuk pembongkaran. Ditambah lagi untuk peringatan, kami sudah sering memberikan peringatan itu,” ucap Fahmi saat pembongkaran tersebut.

Ia mengatakan memang ada perlawanan dari warga. Namun hal tersebut sudah biasa dialami.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved