Berita Banjarmasin

Pembayaran Klaim BPJS Seret, Suciati : 5 Perusahaan Farmasi Ancam Stop Distribusi Obat ke RSUD Ulin

Pada Februari saja ada lima perusahaan farmasi mengancam akan menyetop distribusi obat ke RSUD Ulin karena menunggu pembayaran.

Pembayaran Klaim BPJS Seret, Suciati : 5 Perusahaan Farmasi Ancam Stop Distribusi Obat ke RSUD Ulin
banjarmasin post group/ isti rohayanti
RSUD Ulin Banjarmasin Jalan A Yani KM 2,5 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KOMISI IV DPRD Kalsel, akhirnya memanggil Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Suciati, Direktur RSUD Ansyari Saleh Banjarmasin, Dr.dr Izaak Zoekarnain Akbar, SP.OT, dan perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kamis (14/3/2019) sore.

Pemanggilan ini terkait keluhan dari RSUD Ansyari Saleh dan RSUD Ulin karena seretnya pembayaran klaim atau pending klaim dari BPJS Kesehatan kepada rumah sakit tersebut.

Tanpa bosa-basi pun Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi, mempersilahkan dari pihak RSUD Ulin dan RSUD Ansyari Saleh mengutarakan keluhannya.

Menurut Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Suciati, untuk tagihan Januari 2019 diajukan ke BPJS Kesehatan itu sebanyak Rp3,85 miliar, sudah diumpan balik Rp3,58 miliar dan jatuh temponya 5 Maret.

Dari silaturahmi dengan Kepala BPJS Kesehatan baru, terungkap tagihan ke BPJS Kesehatan baru bisa dibayar pertengahan April mendatang.

“Jadi tagihan kami dijanjikan akan dibayar satu bulan lagi,” katanya.

Baca: Pengendara Scoopy Merah Tewas Tabrak Buritan Truk Parkir di Bundaran Masjid Al Munawwarah Banjarbaru

Baca: Pengusaha Travel Banua Sayangkan Kebijakan Garuda Indonesia Soal Tiket Umrah

Dipaparkannya, dalam perjanjian BPJS Kesehatan dan RSUD Ulin itu ada sistem denda jika terlambat membayar tagihan, yakni BPJS membayar Rp1,3 milar sepanjang 2018.

Suciati merasa sering deg-degan karena sering diancam obat operasi mata akan distop distribusinya karena pembayaran bahan-bahan obat operasi mata ke perusahaan obat selalu terlambat.

“Alasannya, biaya obat operasi mata Januari dan Februari ke perusahaan obat belum dibayar. Makanya, obat operasi mata mau distop,” katanya.

Suciati sudah membatasi belanja obat dan deposito RSUD Ulin Rp 40 miliar dicairkan menalangi kebutuhan pelayanan kesehatan RSUD setempat.

Pada Februari saja ada lima perusahaan farmasi mengancam akan menyetop distribusi obat ke RSUD Ulin karena menunggu pembayaran.

Baca: BPBD Tabalong Pinjam Alat Berat Perusahaan untuk Bersihkan Jembatan Longsor di Panaan

Baca: Inilah Sosok Putri Ayuningtyas dan Alfito Deannova, Moderator Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019

“Iya ada lima perusahaan farmasi yang ancam saya mau menyetop distribusi obat. Dalam satu bulan RSUD Ulin belanja obat sekitar Rp10 milar,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi, memahami kesulitan dari RSUD Ansyari Saleh dan RSUD Ulin Banjarmasin yang selalu mengalami pending klaim. Diharapkan, pending klaim ini bisa terbayarkan dalam waktu segera.

“Sampai-sampai deposito Rp40 miliar RSUD Ulin sudah habis untuk menalangi dana obat. Kita harapkan baik pihak RSUD Ulin, RSUD Ansyari Saleh dan BPJS Kesehatan bersama-sama silaturahmi ke Menteri Keuangan mencari solusi pending klaim ini,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/ogi).

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak, Jumat (15/3/2019).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved