Berita Banjarmasin

Penjelasan Satpol PP Kota Banjarmasin Usai Diamuk Perempuan Saat Tertibkan Kolong Jembatan Antasari

Penjelasan Satpol PP Kota Banjarmasin Usai Diamuk Perempuan Saat Tertibkan Kolong Jembatan Antasari

Penjelasan Satpol PP Kota Banjarmasin Usai Diamuk Perempuan Saat Tertibkan Kolong Jembatan Antasari
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Satu warga yang tinggal di Bawah Jembatan Antasari berontak saat petugas Satpol PP Kota Banjarmasin lakukan penertiban di area tersebut, Kamis (13/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penjelasan Satpol PP Kota Banjarmasin Usai Diamuk Perempuan Saat Tertibkan Kolong Jembatan Antasari

Petugas Satpol PP Kota  Banjarmasin, kembali menertibkan area di bawah Jembatan Antasari, Banjarmasin, Kamis (14/3/2019). Disampaikan oleh Kasi Operasi Bidang Penertiban Umum Satpol PP Kota Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha, penertiban itu sudah kesekian kalinya dilakukan.

“Tindakan yang kami lakukan pada dasarnya ialah penertiban, termasuk pembongkaran. Ditambah lagi untuk peringatan, kami sudah sering memberikan peringatan itu,” ucap Fahmi saat pembongkaran tersebut.

Ia mengatakan memang ada perlawanan dari warga. Namun hal tersebut sudah biasa dialami.

Baca: Petugas Satpol PP Kota Banjarmasin Diamuk Perempuan yang Tinggal di Kolong Jembatan Antasari

Menurut Fahmi adanya pola fikir kalau mereka memiliki tempat tersebut secara pribadi, membuat warga di kolong jembatan itu tidak mau pindah. Bahkan beberapa kali ditertibkan, mereka masih kembali ke lokasi tersebut.

Fahmi pun memastikan dalam waktu dekat ini warga kolong jembatan tidak lagi kembali. Selain itu warga tersebut juga mendapatkan binaan dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel. Kemudian diberikan bekal keterampilan dan pendidikan.

Ada beberapa warga yang dibawa oleh petugas ke rumah singgah. Fahmi mengatakan pihaknya tidak memaksa apabila warga memilih tidak ikut.

Sebagaimana diketahui, ketika proses penertiban terjadi, memang ada perlawann yang dilakukan oleh warga di area bawah jembatan itu. Namun petugas tetap mencoba membujuk agar mereka mau ikut ke rumah singgah.

Baca: Janji Warga Rantauandarat Usai Eksekusi Bangunan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin Ditunda

Selain itu ada pula warga yang memilih pulang ke rumah masing-masing. Beberpaa warga mengaku kalau mereka sebenarnya memiliki tempat tinggal.

Dari data yang disampaikan oleh Fahmi, ada skeitar 14 orang yang tinggal di kolong jembatan itu. Sebagian di antaranya memang memiliki rumah.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved