Mengenal Balahindang Okonik Tapin

Perjalanan Naga Putih Membentuk Sungai Tapin Berkelok dan Masjid Keramat

Diceritakan Ibnu Masud, Budayawan Kabupaten Tapin, setelah perubahan wujud petani di Desa Bungur menjelma menjadi seekor Naga Putih

Perjalanan Naga Putih Membentuk Sungai Tapin Berkelok dan Masjid Keramat
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Masjid Al Mukkarramah, Masjid keramat Banua Halat Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Diceritakan Ibnu Masud, Budayawan Kabupaten Tapin, setelah perubahan wujud petani di Desa Bungur menjelma menjadi seekor Naga Putih, kehidupan keluarga petani itu praktis tidak leluasa.

"Takut diketahui masyarakat bakal heboh," kata Ibnu Masud, Budayawan Kabupaten Tapin kepada Banjarmasinpost.co.id.

Maka sang petani memilih pamit meninggalkan keluarganya menuju sungai.

"Sungai adalah akses yang dipergunakan warga kala itu sebelum muncul jalan darat," tutur Ibnu Masud, Budayawan Kabupaten Tapin.

Baca: Dibuka Lagi! Pendaftaran CPNS dan PPPK 2019 di sscasn.bkn.go.id, Berikut Jadwal & Formasi Prioritas

Baca: Eksekusi Bangunan Rantauan Darat Direncanakan Hari Ini, Jajaran Pemko Banjarmasin Datatangi Lokasi

Baca: Budayawan Kabupaten Tapin Sebut terjadi Pertempuran Naga Putih dan Naga Habang di Sungai Tapin

Konon, kata Ibnu Masud, sungai kecil itu yang kini menjadi Sungai Tapin yang berkelok. Perjalanan Naga Putih itu berhenti di suatu tempat yang kini berdiri bangunan masjid Keramat.

Disini ada hubungan, antara bangunan masjid Keramat di Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara.

'Lokasi bersemayamnya Naga Putih seusai mengalahkan arogansi dan kesewenangan Naga Habang di pertemuan Sungai Tapin dengan Sungai Amandit," kata Ibnu Masud lagi.

(Banjarmasinpost.co.id / mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved