Berita Tabalong

PT Pertamina Diminta Nyalakan Kembali Api Tugu Obor Mabuun, Ini Kata Bupati Anang Syakhfiani

PT Pertamina PE kesulitan untuk menyalakan kembali api tersebut, pasalnya pendapatan dan kebutuhan gas saat ini masih belum seimbang.

PT Pertamina Diminta Nyalakan Kembali Api Tugu Obor Mabuun, Ini Kata Bupati Anang Syakhfiani
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Tugu Obor atau Monumen Tanjung Puri di Mabuun Kecamatan Murung Pudak. Api di puncak tugu tak lagi menyala. 

BANJARMASINPOST.CO,ID, TANJUNG - Tugu Obor atau Monumen Tanjung Puri di Mabuun Kecamatan Murung Pudak merupakan salahsatu ikon bagi Kabupaten Tabalong.

Obor yang dibangun pada Kepemimpinan Bupati Dandung Suchrowardi ini terkenal dengan api yang tak pernah padam diujungnya sebagian menyebutnya api abadi.

Namun saat ini pihak PT Pertamina PE kesulitan untuk menyalakan kembali api tersebut, pasalnya pendapatan dan kebutuhan gas saat ini masih belum seimbang. Gas yang dihasilkan masih kurang untuk mencukupi biaya operasional.

Meski demikian, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani berharap Pertamina bisa menyiasati agar ujung obor bisa terlihat ada api yang menyala.

"Bisa dengan membuat replika api yang kemudian disorot dengan cahaya, atau menggunakan lampu, yang penting ujungnya ada api dan bisa bertahan lama," ujar Anang beberapa waktu lalu saat menggelar pertemuan dengan Pertamina.

Baca: Jadwal Undian (Drawing) Babak Perempat Final Liga Champions, Dominasi Klub Liga Inggris

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Bhayangkara FC vs Bali United Piala Presiden 2019, Link Indosiar

Baca: Hotman Paris Ngebet Ingin Bertemu Ustadz Abdul Somad, Ternyata Ini Alasan si Pengacara Kondang

Anang menambahkan sebelum hari jadi Tabalong pada Desember 2019 ujung monumen tanjung puri tersebut telah berhias api.

Anang menambahkan jangan sampai nama obor akan berubah menjadi tugu obor mati. Pasalnya sudah ada satu obor yang dulunya menyala dan telah bertahun tahun mati hingga warga menyebutnya Tugu Obor Mati yaitu tepatnya di Jalan Pelita.

"Jangan sampai nanti tugu obor ini juga dijuluki obor mati oleh warga," ujarnya sembari berkelakar.

Terpisah Manager Lapangan PT Pertamina EP Aset 5 Tanjung Field Zulfikar Akbar mengatakan saat ini pihaknya memang masih belum bisa menyalakan kembali api di puncak Tugu Obor Mabuun karena pasokan gas yang terbatas.

Keperluan PT Pertamina terhadap gas adalah 2 juta standar kaki kubik (scf) lebih sementara produksi gas hanya 1,8 juta scf.

"Untuk memenuhi kebutuhan gas kami menganggarkan dana Rp 6 miliar pertahun untuk pembelian untuk solar dan LNG (Liqufied Natural Gas), jika menyalakan kembali api yang berada di tugu obor jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan akan lebih baik jika dialokasikan untuk program lain yang langsung menyentukmasyarakat," ujarnya.

Mengenai usulan dari Bupati Tabalong untuk membangun replika api akan didiskusikan terlebih dulu. Kurangnya pasokan gas disebabkan tidak berproduksinya dua sumur minyak dan gas (migas) di Kecamatan Tanta yakni TA - 01 dan TA - 03. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved