Berita HSS

Baru Dua Puskesmas di HSS Miliki Apoteker, ini yang Dilakukan Dinkes

Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di desa-desa tingkat kecamatan.

Baru Dua Puskesmas di HSS Miliki Apoteker, ini yang Dilakukan Dinkes
Protokol dan Kehumasan Pemkab HSS
Puskesmas Kalumpang, salah satu Puskesmas di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di desa-desa tingkat kecamatan.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ada 21 unit Puskesmas, yang tersebar di 11 Kecamatan, yaitu Kecamatan Kandangan, Angkinang, Telaga Langsat, Sungairaya, Kalumpang, Padang BAtung, Loksado, SImpur, Daha Barat, Daha Selatan dan Daha Utara.

Namun, dari 21 unit Puskesmas tersebut, baru dua yang memiliki apoteker, atau tenaga farmasi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan, HSS, Daru Priyanto menjelaskan dua Puskesmas yag memiliki apoteker tersebut, Puskesmas Kandangan dan Puskesmas di Desa Tambak Bitin Kecamatan Daha Utara.

“Sebanyak 19 Puskesmas lainnya belum ada. Mengatasi minimnya apoteker sementara mengandalkan tenaga teknis kefarmasian atau asisten apoteker,” ujarnya, Jumat (15/3).

Baca: Pembuktikan Hilda Vitria Pada Billy Syahputra Usai Putus? Mantan Kriss Hatta Lakukan Ini

Baca: Reaksi Gading Marten Kala Adegan Cerainya dengan Gisella Anastasia Diputra di IMA Awards 2019

Baca: Kondisi 6 WNI dalam Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru yang Tewaskan 40 Orang

Baca: Ahmad Dhani Ingin Bebas, Suami Mulan Jameela Tolak Potongan Vonis 6 Bulan?

Dijelaskan, idealnya dalam satu Puskesmas dibutuhkan satu orang apoteker atau tenaga farmasi.

Sesuai tugas dan fungsinya, apoteker di Puskesmas antara lain bertugas melakukan pelayanan resep mulai dari menerima resep, menyerahkan obat sesuai resep hingga menjelaskan kepada pasien cara penggunaan obat.
Selain itu merencanakan kebutuhan obat dan pembekalan kefarmasian, baik bulanan maupun tahunan.

Juga mengelola pemasukan obat dan alat kesehatan, dari gudang Farmasi maupun JKN, mengelola pendistribusian obat dan memastikan kefarmasian di puskesmas berjalan dengan baik serta tugas lainnya sesuai bidangnya.
“Sementara tugas tersebut dilaksanakan tenaga teknis kefarmasian atau asisten apoteker,”jelas Daru.

Mengatasi belum adanya apoteker di 19 Puskesmas, Dinkes HSS setiap tahun mengusulkan perekrutan tenaga apoteker tersebut ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Setiap ada formasi penerimaan CPNS , kami terus usulkan perekrutan apoteker. Tapi sampai sekarang belum mencukupi,” jelas Daru.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved