Berita Banjarmasin

FKPT Kalsel Minta Waspada Terhadap Sel tidur Teroris Agar Aksi Teror di Sibolga Tak Terulang

FKPT Kalsel Minta Waspada Terhadap Sel tidur Teroris Agar Aksi Teror di Sibolga Tak Terulang

FKPT Kalsel Minta Waspada Terhadap Sel tidur Teroris Agar Aksi Teror di Sibolga Tak Terulang
tribunmedan.com
Polisi mengamankan pelaku teror bom di Sibolga, Selasa (12/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Untuk situasi di Kalsel, menyoal aksi teror Sekretaris FKPT Kalsel Mariatul Asiah, MA ketika dikonfirmasi sangat menyayangkan apa yang terjadi di Sibolga beberapa waktu lalu.

"Menyikapi situasi terakhir ini kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama agar beberapa kejadian seperti di daerah lain dan Sibolga tidak terjadi di Kalsel," katanya.

Dia mengatakan sebelumnya dalam rapat koordinasi bersama Kesbangpol Kalsel dan stakeholder terkait pihaknya sudah sampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial yang mungkin terjadi menjelang pemilu.

Pada rapat terakhir, dia mengatakan soal potensi paham radikal di Kalsel. Serta meminta untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah.

Baca: Daftar Perbedaan Segmen Debat Ketiga Pilpres 2019 Cawapres KH Maruf Amin vs Sandiaga Uno, Live RCTI

Baca: Teror Bom di Sibolga Jelang Pilpres 2019 Disebut Anggota DPR RI Ini Sebagai Gejala Baru Terorisme

Baca: Barito Putera Buka Seleksi Pemain untuk Bario Putera U-16 untuk Timmas U-16, Ini Syaratnya

"Wilayah-wilayah yang potensi konflik sosialnya tinggi. Yang agak sulit untuk dprediksi ini adalah sel-sel yang tidur yang kita sendiri terbatas untuk mengetahuinya, karena FKPT Kalsel sadar betul bahwa upaya untuk mencegah radikalisme dan terorisme ini harus melibatkan semua pihak seperti toga, tomas, kelompok perempuan, tokoh pemuda, aparat desa dan lainnya" katanya.

Dia mengatakan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran kritis masyarakat akan bahaya radikalisme dan terorisme perlu terus menerus.

"Apalagi sekarang trennya (pelaku teror) sudah melibatkan keluarga yang dalam hal ini perempuan dan anak turut menjadi korban. Satu sisi, harus dijaga juga jangan sampai membuat kecemasan warga, tetap mesti dibangun suasana yang kondusif," katanya.

Ditegaskannya, dari kejadian di Sibolga maka tidak ada kata lain bahwa keamanan dan pengawasan bersama di Kalsel sampai di akar rumput (level masyarakat) harus ditingkatkan. " Jangan sampai situasi jadi lebih gaduh, apalagi sekarang jelang pemilu berbagai isu mudah dimainkan," katanya.

Ketua bidang pemuda dan pendidikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalsel Nurcholish Majid mengatakan pada kondisi seperti ini, apalagi menjelang pemilu, hampir seluruh indonesia, termasuk Kalsel tidak ada yang berani mengatakan aman, atau terbebas dari ancaman bahaya teroris.

Baca: Pesan Menohok Luna Maya & Goda Gading Marten Usai Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Gisella?

Baca: Penjelasan Dokter Soal Cedera Gavin Kwan Adsit Usai Laga Piala Presiden 2019 Kontra Persela Lamongan

"Daerah yang mengaku aman, bisa saja kemudian terjadi peristiwa. Karena itu harus selalu waspada. Termasuk bagi aparat keamanan untuk sama kewaspadaannya pada semua tempat," kata dia.

Dia mengatakan, Pemilu bisa menjadi momentum untuk melakukan aksi. Karena isu dalam pemilu dijadikan pijakan melegitimasi aksi yang dilakukan. Atau mendompleng dari isu yang diangkat dalam pemilu. "Jadi dia bisa memanfaatkan berbagai momentum untuk melakukan aksi," katanya.

Polri sudah memetakan potensi kerawanan yang mungkin terjadi di Pemilu 2019. Dia mengatakan, sel tidur itu artinya orang dan idiologinya ada di daerah tersebut tapi tidak melakukan aksi.

Kalau ada momentum maka bisa saja sel itu aktif dan melakukan aksi. " Pun potensi paham radikal di Kalsel potensi tentu ada walau belum mengarah pada destruktif," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved