Berita Banjarmasin

Kas untuk Obat Menipis, Klaim BPJS Kesehatan Tersendat, Direktur RSUD Ulin Sering Dapat Ancaman

Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi Kesra, Kesehatan dan Pendidikan memanggil Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Suciati, Direktur RSUD Ansyari

Kas untuk Obat Menipis, Klaim BPJS Kesehatan Tersendat, Direktur RSUD Ulin Sering Dapat Ancaman
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (15/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi Kesra, Kesehatan dan Pendidikan memanggil Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Suciati, Direktur RSUD Ansyari Saleh Banjarmasin, Dr dr Izaak Zoekarnain Akbar dan perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kamis (14/3) sore, terkait keluhan RSUD Ansyari Saleh dan RSUD Ulin karena seretnya pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan.

Tanpa basa basi, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi, mempersilakan RSUD Ulin dan RSUD Ansyari Saleh mengutarakan keluhannya.

Menurut Direktur RSUD Ulin, dr Suciati, tagihan Januari 2019 diajukan ke BPJS Kesehatan itu sebanyak Rp3,85 miliar, sudah diumpan balik Rp3,58 miliar dan jatuh temponya 5 Maret.

Dari silaturahmi dengan Kepala BPJS Kesehatan baru, terungkap tagihan ke BPJS Kesehatan baru bisa dibayar pertengahan April mendatang.

Baca: Sindiran Aisyahrani Kala Pengantin Baru Syahrini dan Reino Barack Langsung Syuting Iklan

Baca: Gisella Anastasia Beberkan Peran Wijaya Saputra Baginya & Gempita, Mantan Gading Dituduh Pencitraan

Baca: Pevita Pearce dan Ariel NOAH Pamer Hobi yang Sama, Meski Bantah Jadi Sepasang Kekasih

Baca: Pesan Danny Satriadi Untuk Nikita Mirzani Diduga Saling Sindir dengan Adik Syahrini, Aisyahrani

Baca: Alasan Nikita Mirzani Ogah Bersuami seperti Mantan Luna Maya, Reino Barack yang Menikahi Syahrini

Dipaparkannya, dalam perjanjian BPJS Kesehatan dan RSUD Ulin itu ada sistem denda jika terlambat membayar tagihan, yakni BPJS membayar Rp1,3 milar sepanjang 2018.

Suciati merasa sering deg-degan karena sering diancam obat operasi mata akan distop distribusinya karena pembayaran bahan-bahan obat operasi mata ke perusahaan obat selalu terlambat.

“Alasannya, biaya obat operasi mata Januari dan Februari ke perusahaan obat belum dibayar. Makanya, obat operasi mata mau distop,” katanya.

Suciati sudah membatasi belanja obat dan deposito RSUD Ulin Rp40 miliar dicairkan menalangi kebutuhan pelayanan kesehatan RSUD setempat.

Pada Februari saja ada lima perusahaan farmasi mengancam akan menyetop distribusi obat ke RSUD Ulin karena menunggu pembayaran.

“Iya ada lima perusahaan farmasi yang ancam saya mau menyetop distribusi obat. Dalam satu bulan RSUD Ulin belanja obat sekitar Rp10 milar,” katanya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved