Berita Nasional

Teror Bom di Sibolga Jelang Pilpres 2019 Disebut Anggota DPR RI Ini Sebagai Gejala Baru Terorisme

Teror Bom di Sibolga Jelang Pilpres 2019 Disebut Anggota DPR RI Ini Sebagai Gejala Baru Terorisme

Teror Bom di Sibolga Jelang Pilpres 2019 Disebut Anggota DPR RI Ini Sebagai Gejala Baru Terorisme
tribunnews.con/dany permana
Wakil Sekjen PPP, Syaifullah Tamliha (tengah) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad (kiri) berdiskusi dalam acara diskusi Polemik Bukan Parlemen Biasa, di Jakarta, Sabtu (11/10/2014). Diskusi mingguan yang membahas mengenai perkembangan Parlemen dan proses pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden tersebut juga menghadirkan nara sumber Wakil Sekjen PAN, Yandri Susanto, politisi Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, dan pengamat politik, Sebastian Salang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Adanya teror bom jelang Pilpres 2019 di Sibolga Sumatera Utara memantik respons Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha

Syaifullah Tamliha menyebut teror bom di Sibolga Sumatera Utara yang terjadi menjelang Pemilu 2019 merupakan gejala baru dalam kasus terorisme di Indonesia.

Tertangkapnya beberapa teroris di Sibolga dan bom bunuh diri yang dilakukan istri terduga teroris ini, diharapkan Syaifullah Tamliha tidak memberikan ancaman yang berarti pada Pilpres 2019 yang akan berlangsung sekitar satu bulan lagi.

Ia pun meminta jajaran keamanan baik TNI maupun Polri untuk menjaga suasana damai tetap kondusif.

"Kemunculan aksi teror menjelang pilpres dan pileg merupakan gejala baru yang mesti dituntaskan oleh jajaran Polri dan TNI. Bagaimana pun juga suasana aman dan damai harus terus ditingkatkan agar proses Pemilu bisa berjalan lancar," kata Syaifullah Tamliha dari rilis yang diterima banjarmasinpost.co.id, Jumat (15/3/2019).

Syaifullah menambahkan bahwa sel terorisme di Indonesia masih banyak dan tersebar di sejumlah daerah. Ia yakin Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) memiliki data tentang sel-sel terorisme di Indonesia. BNPT juga perlu mencermati kenapa sel-sel ini masih ada dan memberikan ancaman.

Legislator asal Kalimantan Selatan ini berharap TNI dan Polri mencermati data terorisme tersebut dan mengambil langkah efektif untuk melakukan pemberantasan. Menurutnya penanganan teroris jangan sampai terkesan dilakukan secara perlahan dan dicicil.

"Polri dan TNI harus bisa menangkap hidup-hidup pelaku terorisme agar tuntas sampai ke jaringannya," pungkas Syaifullah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror menangkap Abu Hamzah dan dua terduga teroris lainnya di Sibolga, Sumatera Utara. 

(banjarmasinpost.co.id/ rendy nicko)

Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved