Berita Banjarmasin

Dokter Forensik Banua Ini Biasa Hadapi Beragam Kondisi Mayat, Sebelum Otopsi Ini Yang Dilakukannya

Ditemani tenaga medis seperti dari pihak dokter kepolisian ia kerap membedah dan memeriksa jenazah dalam kondisi apa pun.

Dokter Forensik Banua Ini Biasa Hadapi Beragam Kondisi Mayat, Sebelum Otopsi Ini Yang Dilakukannya
istimewa/dr iwan aflanie
Dr Iwan Aflanie, M.Kes, Sp.F,SH 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Bagi sebagian orang menghadapi jenazah dengan kondisi penuh darah, membusuk , kepada pecah dan lainnya tentunya membuat bergidik, merinding dan kadang ngeri. Namun bagi Dr Iwan Aflanie M. Kes, Sp.F, SH hal itu adalah sesuati yang biasa.

Ditemani tenaga medis seperti dari pihak dokter kepolisian ia kerap membedah dan memeriksa jenazah dalam kondisi apa pun. Bahkan kala memeriksa jenazah yang telah dikuburkan dan kuburannya dibongkar lagi biasa dilakukannya.

Tak ada jijik dan rasa takut namun semuanya dilakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh kesungguhan.

Bau busuk hingga kondisi jenazah yang tak lengkap bisa dihadapinya kalau melakukan otopsi terhadap seseorang yang kematiannya dianggap tak wajar. Kelegaan pun didapat kala hasil pemeriksaannya dapat menyimpulkan sebab meninggalnya seseorang .

Baca: Beda Reaksi Joko Widodo dan KH Maimoen Zubair ke Romahurmuziy, Jokowi Sedih Mbah Moen Kecewa

Baca: Sikap Sandiaga Uno Jika KH Maruf Amin Selipkan Ayat Alquran di Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019

Baca: Helikopter Jatuh di Tasikmalaya Jawa Barat, Ini Penjelasan SAR Bandung Terkait Kondisi Penumpangnya

Ya dokter yang hobi gowes ini adalah salah satu dari tiga dokter Spesialis Kedokteran Forensik dan Medikolegal yang dimiliki Banua hingga kini.

Tak hanya itu, Iwan pun kerap terlihat hadir di areal pekuburan langsung kala melakukan otopsi terhadap mayat-mayat yang penyebab kematiannya 'mencurigakan'.

Saat berbincang dengan BPost Online, lulusan Pendidikan Forensik dan Medikolegal dari Universitas Gadjah Mada ini mengaku saat melakukan otopsi pertama kalinya tidak ada merasa takut dan sebagainya.

"Pertama kali melakukan otopsi tidak merasa takut karena waktu pendidikan dokter umum sudah terbiasa memeriksa jenazah pada mata kuliah anatomi," tuturnya.

Baca: Daftar Nama Penumpang di Helikopter yang Jatuh di Tasikmalaya Jawa Barat, Basarnas : Ada 4 Awak

Baca: Rombongan Finlandia dan Estonia Takjub dengan Bamboo Rafting dan Air Terjun Haratai Loksado

Menurutnya, kerja forensik yang bersifat Pro Justicia penuh tantangan. Mulai dari mayat bersimbah darah, kondisi jenazah yang membusuk sampai kasus yang pelik. Ia sendiri menilai hal itu mengasyikkan. Apalagi ada kepuasan yang sulit untuk digambarkan ketika bisa membantu proses penegakkan keadilan.

"Bagiku tidak ada ritual khusus menjelang otopsi, cukup berdoa minta perlindungan dan pertolongan Allah SWT," paparnya menyebutkan hal yang dilakukannya sebelum otopsi jenazah.

Ia pun mengatakan selama jadi dokter spesialis foresik tidak pernah mengalami fenomena mistis dan lainnya saat melakukan kerjanya dan sesudahnya.(Banjarmasinpost.co.id/itfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved