Berita Banjarmasin

Ini Solusi Mengatasi Anak Sulit Belajar Menurut Ketua APSI

Jika seringkali nilai pelajaran menjadi dasar tolak ukur kemalasan, tidak punyanya motivasi serta masalah terhadap seorang anak.

Ini Solusi Mengatasi Anak Sulit Belajar Menurut Ketua APSI
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Ketua Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia, Dr Indun Lestari Setyono, Mp. Psi., Psikolog saat menyampaikan materinya di hadapan ratusan peserta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jika seringkali nilai pelajaran menjadi dasar tolak ukur kemalasan, tidak punyanya motivasi serta masalah terhadap seorang anak.

Ketua Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia, Dr Indun Lestari Setyono, Mp Psi, Psikolog, justru secara tegas menyatakan tidak sependapat atas anggapan tersebut.

Melainkan menurutnya masih banyaknya pendidik di Indonesia yang belum menyadari bahwa perkembangan itu harus diawali dengan gerakan. Sehingga hal inilah yang perlu dipahami bersama.

"Contohnya kalau anak pergi sekolah, ia harus naik dan turun mobil. Kalau anak main atau naik turun tangga, sang orangtua juga kerap bilang, 'Hayo hati-hati', " jelasnya.

Baca: Insiden Berdarah di Kapuas Kuala, Pisau Disambut Parang, Pergelangan Tangan Yadi Putus

Baca: VIDEO Lawas Romahurmuziy Viral, Termakan Ucapan Sendiri: Hari Ini Pejabat, Besok Jadi Penjahat

Baca: Cinta Ratu Tak Menyangka Tiga Tahun Bersuamikan Roby Selalu Dapatkan Masalah, Datang Bertubi-tubi

Kondisi inilah yang sebaliknya justru bisa membantu dan mendorong perkembangan fisik anak.

Karena dengan lebih banyaknya anak bergerak maka akan terbentuk pula tubuh yang kuat.

Anak yang memiliki fisik kuat,secara otomatis akan memiliki konsentrasi yang bagus pula dalam menyerap setiap pelajaran.

" Kan untuk belajar itu perlu fokus dan konsentrasi. Kalau fisiknya saja tidak kuat untuk menahan duduk lama, maka anak itu pun tidak konsentrasi," jelasnya.

Indun juga menambahkan hal inilah yang ke depan perlu harus diketahui bersama. Sang pendidik atau orangtua juga dituntut harus pandai mengidentifikasi masalah anak.

Bukan langsung memarahi apalagi menyebut anak itu malas. Melainkan mulai dan ajaklah mereka melakukan gerakan-gerakan. Selain itu, jangan biarkan anak terbiasa dimanja demi mendidiknya terampil.

" Jangan sebentar-bentar ditolong, sebentar-bentar ditolong. Biarkan mereka menjalankannya sendiri. Memang (menolong) sekilas benar. Tapi padahal justru membuat anak itu tidak terampil," jelasnya.

Ya, paparan tersebut disampaikan mendetail oleh Ketua Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI) di Seminar Nasional identifikasi kesulitan belajar pada anak dan penanganannya.

Bertempat di ruang Mapenda Kanwil Kemenag Kalsel, kegiatan itu dihadiri ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa, akademisi dan psikolog Kalsel.

Seminar nasional juga merupakan acara yang diselenggarakan oleh PSTPI (Pusat Studi dan Terapan Psikologi Islam) UIN Banjarmasin bersama APSI Kalsel dan didukung Bank Kalsel. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved