Berita Kabupaten Banjar

Instalasi Pengolah Tinja Martapura Masih Sepi, Pelanggan Sebulan Cuma Segini

Meski telah dioperasionalkan sejak sekitar tiga tahun lalu, namun hingga kini Instalasi Pengolah Limbah Tinja (IPLT) Kabupaten Banjar

Instalasi Pengolah Tinja Martapura Masih Sepi, Pelanggan Sebulan Cuma Segini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Petugas TPA Surya Kencana mengecek bak penampungan tinja IPLT setempat. Fasilitas ini hingga sekarang belum termanfaatkan secara memadai karena masyarakat masih enggan menguras septic tank-nya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski telah dioperasionalkan sejak sekitar tiga tahun lalu, namun hingga kini Instalasi Pengolah Limbah Tinja (IPLT) Kabupaten Banjar belum termanfaatkan secara optimal.

Masih sedikit masyarakat di Bumi Barakat yang memanfaatkan faislitas yang dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Intan Hijau di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar tersebut.

"Memang masih sedikit tinja yang masuk ke IPLT. Kadang dalam sebulan tiga KK (kepala keluarga) yang minta dikuraskan tinja di septic tank-nya," ucap Kepala BLUD Intan Hijau Adi Winoto, Sabtu (16/03/2019).

Pejabat eselon IV Pemkab Banjar ini mengatakan layanan IPLT sifatnya on call. Jika ada masyaraka atau pihak yang memerlukanan layanan sedot tinja, tinggal menghubungi atau datang langsung ke kantor.

Tiap ada permintaan sedot tinja, jelas Adi, pihaknya akan segera .endatangi alamat yang diinformasikan. Staf teknisnya tiap saat siap turun ke lapangan.

Baca: Dulu PSK di Lokalisasi Pembatuan Berani Terang-Terangan, Sekarang Sembunyi-Sembunyi

Baca: Ternyata Mahfud MD Sudah Tahu Romahurmuziy Bakal di OTT KPK, Bahkan Beri Peringatan Keras Ini

Baca: Tak Disangka, Syahrini Sudah Sejak Lama Inginkan Aksesori Pengantin Buatannya, Ini Pengakuan Rinaldy

Ia mengatakan masyarakat tak perlu ragu untuk memanfaatkan keberadaan IPLT. Apalagi bagi warga yang usia septic tank-nya telah tua di atas sepuluh tahun, sudah saatnya dikuras limbah/tinjanya.

Namun kenyataannya hingga sekarang masyarakat di Banjar terutama yang ada di Kota Martapura, masih enggan memanfaatkan IPLT. Padahal fasilitas ini dibangun pemerintah pusat sejak sekitar tiga tahun lalu dengan biaya yang tak sedikit.

Pememerintah menbang IPLT itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pasalnya di kawasan padat penduduk limbah tinja di dalam tanah jika tak ditangani akan menyebabkan penurunan kualitas air tanah.

Apalagi umumnyakonstruksi septic tank di tiap rumah masyarakat tidak kedap sehingga mudah meresap dan larut dalam air tanah.

Di kalangan masyarakat, muncul usulan agar konsep penarifan jasa penyedotan limbah tinja diubah dari yang berlaku saat ini yakni berskema trip menjadi volume kubikasi. Soalnya, skema trip yang diberlakukan saat ini dirasakan terlalu berat.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved