OTT KPK di Jatim

Kasus ini yang Menjerat Ketua PPP, Basaria Sebut Rommy Melakukan Transaksi Berkali-kali

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan penangkapan Rommy di Surabaya terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Kasus ini yang Menjerat Ketua PPP, Basaria Sebut Rommy Melakukan Transaksi Berkali-kali
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (16/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua KPK, Agus Rahardjo, membenarkan adanya penangkapan terhadap Rommy tersebut.

"Betul ada giat KPK di Jatim, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan penangkapan Rommy di Surabaya terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Dalam gelaran OTT itu, Tim Satgas KPK mengamankan 5 orang untuk kemudian dibawa ke kantor komisi antirasuah di Jakarta malam nanti.

"Ada dari unsur penyelenggara negara, dari anggota DPR RI, kemudian ada unsur swasta, dan dari unsur pejabat daerah di Kementerian Agama," jelas Febri.

Baca: Saat Aksi Penangkapan, Penjaga JPO Melihat Adegan ini di Lobi Keluar Hotel

Baca: 2 Minggu Menikah, Incess dan Mantan Luna Maya Lakukan Syuting Iklan, Keponakan Syahrini Terlihat

Baca: Eks Lokalisasi Pembatuan, Dulu PSK Jualan ke Hidung Belang, Sekarang Dikasih Rp5 Juta Lebih

Baca: WNI Korban Penembakan di Selandia Baru, Curahan Hati Istri Zulfirman Syah, Suami Krits & Anak

Baca: Harta Kekayaan Romahurmuziy Ada Dimana-mana, Ada LHKPN Rp 11,8 M, yang Lain di Situs acch.kpk.go.id

Status hukum Rommy dan mereka yang ditangkap masih sebagai terperiksa.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum Rommy cs.

Tim KPK yang menggelar operasi tangkap tangan (OTT) juga turut menyita uang kas dalam pecahan rupiah.

Namun berapa jumlah uang itu belum disebutkan.

"Ada uang diamankan pecahan uang rupiah diduga terkait dengan pengisian jabatan kementerian," ujar Febri.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan Rommy sudah melakukan transaksi berkali-kali terkait perkara jual beli jabatan di Kementerian Agama.

"Kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya," ujar Basaria.

Basaria belum menyebutkan sejak kapan transaksi haram itu diduga dilakukan para pihak yang terjaring OTT itu.

"Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan pada konferensi pers," ujar Basaria.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved