Berita HST

Kelompok Tani Wanita di HST Manfaatkan Daur Sirsak Bikin Pestisida Nabati untuk Pertanian

Pestisida nabati golongan insektisida dari larutan daun sirsak, terdiri dari 100 lembar daun sirsak, 100 gram bawang putih, 15 gram deterjen dan air.

Kelompok Tani Wanita di HST Manfaatkan Daur Sirsak Bikin Pestisida Nabati untuk Pertanian
BPP Pandawan untuk Banjarmasinpost.co.id
Kelompok Tani Wanita (KTW) Teratai dan KTW Melati di Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan, memanfaatkan bahan organik untuk pertanian mereka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kelompok Tani Wanita (KTW) Teratai dan KTW Melati di Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan, memanfaatkan bahan organik untuk pertanian mereka.

Kelompok tani ini memanfaatkan bahan yang tersedia untuk membuat pestisida nabati.

Sebenarnya, pestisida nabati ini masih dalam tahap uji coba dari kelompok tani tersebut. Uji coba pembuatan pestisida nabati dilakukan di Desa Mahang Matang Landung, Sabtu (16/3/2019).

Pestisida nabati golongan insektisida terbuat dari larutan daun sirsak. Komposisinya terdiri dari 100 lembar daun sirsak, 100 gram bawang putih, 15 gram deterjen, dan lima liter air.

Penyuluh Pertanian desa tersebut, Nor Sabah Al Isnaini, mengatakan, pembuatan pestisida nabati ini merupakan program Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandawan.

Baca: Daftar Nama Penumpang di Helikopter yang Jatuh di Tasikmalaya Jawa Barat, Basarnas : Ada 4 Awak

Baca: Pembeli Kaget Kantong Plastik di Ritel Tanahlaut Berbayar, Ternyata Ini Alasannya

Pihaknya, juga memberikan penyuluhnya melaksanakan pemanfaatan bahan organik  untuk pertanian kepada KTW  di Desa Mahang Matang Landung.

Mengenai pestisida nabati, dijelaskannya, daun sirsak mampu dibuat pestisida nabati. Daun Sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

"Kandungan alami dari daun sirsak mampu menjadi pestisida alami," jelasnya.

Selain membuat pestisida nabati, pihaknya juga membuat pupuk kompos. Pihaknya melakukan uji coba pembuatan 100 kilogram pupuk kpmpos dengan komposisi 60 kilogram kotoran sapi, 30 kilogram sekam, 10 kilogram bekatul, EM4 100 gram, 100 gram gula, serta lima liter air.

Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) Kecamatan Pandawan Sri Sumiati,  menambahkan, kegiatan tersebut sangat positif. Ia berharap jika pengenalan terhadap bahan-bahan organik dapat dimanfaatkan di bidang pertanian.

“Pemanfaatan bahan-bahan organik dapat mendukung usaha dalam menekan tingkat resistensi atau kekebalan hama penyakit terhadap bahan kimia,” ujarnya.

Baca: Sikap Sandiaga Uno Jika KH Maruf Amin Selipkan Ayat Alquran di Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019

Baca: Respon KH Maimoen Zubair dan Blak-blakan Mahfud MD Usai Ketum PPP Romahurmuziy Terkena OTT KPK

Ketua KWT Teratai, Waginah, mengaku tertarik dengan pembuatan pestisida nabati dan pupuk kompos. Ia berharap dapar menerapkan ilmu ini.

Meskipun baru dan belum berpengalaman, ia optimis dapat melakukannya.

“Sepertinya saya bisa melakukannya, karena bahanya banyak tersedia, murah, dan meolahnya relatif mudah,” katanya.

Menurutnya,  apapun nanti hasilnya ilmu baru itu harus dicoba. Bila terjadi kegagalan maka nanti dapat akan dicari pemecahannya sampai akhirnya dapat berhasil. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved