Berita Tanahlaut

Pembeli Kaget Kantong Plastik di Ritel Tanahlaut Berbayar, Ternyata Ini Alasannya

Pasalnya harga yang terlalu murah membuat pembeli memilih untuk bayar dibanding tak menggunakan kantong plastik.

Pembeli Kaget Kantong Plastik di Ritel Tanahlaut Berbayar, Ternyata Ini Alasannya
Achmad Maudhody
Ilustrasi - Corporate Communication GM Transmart Carrefour, Satria Hamid, perlihatkan kantong plastik ramah lingkungan yang digunakan di Transmart Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kris warga Jalan KH Mansyur kaget saat berbelanja di retail Alfamart kawasan perkantoran Pemkab Tanahlaut. Jika biasanya ia mendapatkan plastik untuk bungkusan belanja secara cuma-cuma kini ia harus bayar Rp 200 per plastik.

"Dibilang mbaknya bayar Rp 200, ya bayar saja daripada susah bawa belanjaan," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu(16/3/2019).

Bayar Rp 200 per plastik terang Kris tak masalah dan masih tergolong murah sehingga ia memilih membayar Rp 200 per plastik.

"Selama ini saya tidak pernah bayar, dan kalau di Banjarbaru dan Banjarmasin kan tidak kasih kantong plastik lagi," ujarnya.

Baca: Helikopter Jatuh di Tasikmalaya Jawa Barat, Ini Penjelasan SAR Bandung Terkait Kondisi Penumpangnya

Baca: Sikap Sandiaga Uno Jika KH Maruf Amin Selipkan Ayat Alquran di Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019

Menurutnya mengurangi sampah kantong plastik dengan kantong plastik berbayar di retail masih belum efektif. Pasalnya harga yang terlalu murah membuat pembeli memilih untuk bayar dibanding tak menggunakan kantong plastik.

Selain Kris, warga Desa Atu-atu, Aan mengatakan juga membayar kantong plastik sebesar Rp 200 per kantong.

"Iya kemarin saya juga diminta bayar Rp 200 per kantong, mungkin sudah diterapkan kantong plastik berbayar di Pelaihari ya," ujarnya.

Namun terang Aan ia memilih tak membayar Rp 200.

"Kalau belanjaannya banyak ya milih bayar, tapi kalau sedikit pilih tidak pakai kantong saja," tambahnya.

Kebijakan kantong plastik berbayar dibenarkan Bupati Tanahlaut H Sukamta. Terangnya saat diwawancarai Banjarmasinpost.co.id memang pihaknya menerapkan kantong plastik berbayar di ritel-ritel di Tanahlaut.

Terlebih sebutnya ritel di Tanahlaut tergolong berjumlah banyak dari beberapa kabupaten di Kalsel.

"Seperti nenek moyang kita dulu, belanja tidak membawa plastik tapi menggunakan bakul," ujarnya.

Baca: Daftar Nama Penumpang di Helikopter yang Jatuh di Tasikmalaya Jawa Barat, Basarnas : Ada 4 Awak

Baca: Respon KH Maimoen Zubair dan Blak-blakan Mahfud MD Usai Ketum PPP Romahurmuziy Terkena OTT KPK

Selain kebijakan untuk ritel, Sukamta menambahkan juga semaksimal mungkin mengurangi penggunaan kantong plastik dari dalam pemerintahan Kabupaten Tanahlaut.

"Rapat misalnya kita tidak lagi menggunakan air mineral cup tapi menggunakan gelas yang bisa dibersihkan dan dipakai lagi," ujarnya.

Wacana pengurangan kantong plastik ini sendiri diketahui muncul sejak Kabupaten Tanahlaut meraih Adipura 2019. Dimana Sukamta menyatakan akan mengambil kebijakan khusus untuk mengurangi kantong plastik di Tanahlaut.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved