Berita Kalteng

80 Persen Bangunan Ruko Menutupi Drainase, Wali Kota Palangkaraya Perintahkan Bongkar!

Banjir yang selalu terjadi saat musim penghujan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menjadi perhatian Wali Kota Palangkaraya

80 Persen Bangunan Ruko Menutupi Drainase, Wali Kota Palangkaraya Perintahkan Bongkar!
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin dan Wakil Wali Kota Palangkaraya, Hj Umi Mastikah, saat memantau drainase seputaran Kota Palangkaraya, Minggu (17/3/2019) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Banjir yang selalu terjadi saat musim penghujan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menjadi perhatian Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin yang melakukan pemantauan ke lapangan, Minggu (16/3/2019) pagi bersama jajarannya.

Ini menyikapi banyaknya keluhan warga saat musim penghujan tiba, banyak jalan dan halaman rumah serta air masuk ke dalam rumah akibat drainase yang tidak lancar karena parit tertutup lumpur dan sampah sehingga saluran air tidak berfungsi atau tersumbat.

Inilah yang ketika hujan lebat, mengakibatkan air hujan yang tak tersalurkan hingga ke Sungai Kahayan, Palangkaraya tersebut, meluber hingga ke jalan, halaman rumah warga pada dataran rendah, bahkan ada yang masuk rumah warga, sehingga merepotkan warga warga saat hujan lebat.

Pantauan di lapangan sejumlah kawasan yang sering terjadi banjir antara lain, Kompleks Kelurahan Panarung, Jalan Rajawali, Jalan RA Kartini, Jalan Temanggung Tilung, Jalan Tjilik Riwut km 5, sekitar Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Palangkaraya dan kompleks permukiman.

Baca: Joanna Palani, Snipper Cantik Paling Dicari ISIS karena Sudah Lumpuhkan 100 Tentaranya

Baca: Via Vallen Buat Rhoma Irama Menangis dan Tertawa di Konser Dangdut Indosiar Kala Hadirkan Orangtua

Baca: Penusuk Subhan Tertangkap, Pelaku Tersinggung Ajakan Minum Miras Oplosan Ditolak

Salah satu warga Panarung, Ismanto mengatakan, banjir datang ketika hujan lebat, masuk ke dalam rumah warga dan meluber ke jalan akibat drainase tertutup sampah dan lumpur, sehingga warga Jalan ulin gotong - royong membersihkan parit yang tertutup lumpur tersebut."Kami berharap ada larangan pembangunan ruko yang menutup permanen drainase, karena saluran macet bila di tutup," ujarnya.

Sementara itu, Fairid Naparin, yang melakukan pemantauan drainase dalam kota Palangkaeata, datang bersama sejumlah kepala dinas sekaligus mensosialisasikan bahwa pihaknya akan membongkar drainase yang oleh pemilik rumah atau ruko ditutup permanen, karena akan mengganggu saluran air.

"Kami sudah turun ke lapangan dan mensosialisasikan program perbaikan drainase tersebut kepada warga, dalam pertengahan tahun ini akan dilakukan pembongkaran, karena drainase yang mampet akan dikeruk menggunakan traktor, alhamdulillah warga mau mengerti, karena jika tidak dikeruk akan terjadi banjir," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved