Berita HSS
Kunjungi Loksado, Rombongan Dubes RI Finlandia-Estonia Disambut Warga Dayak Meratus dengan Babalian
Objek wisata Loksado, di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mendapat kunjungan Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia.
Penulis: Hanani | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Objek wisata Loksado, di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mendapat kunjungan Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia.
Selama dua hari satu malam sejak Jumat malam, 15 Maret 2019, rombongan Dubes yang datang membawa tamu dari Finlandia dan Estonia tersebut memperkenalkan budaya setempat di Balai Adat Malaris, Desa Loklahung.
Kedatangan rombongan disambut Bupati HSS H Achmad Fikry, Wakil Bupati Syamsuri Arsyad serta jajaran pemerintahan HSS dan Forkopinda HSS.
Tiba di Balai Adat Malaris, rombongan disambut warga Dayak Meratus di rumah balai tersebut dengan budaya Babalian.
Anggota rombongan, khususnya warga negara Finlandia dan Estonia, terlihat antusias menyaksikan budaya tersebut.
Bahkan, salah satu di antaranya ikut mencoba memainkan alat musik tradisional gendang.
Baca: Ayu Ting Ting Kenang Pahitnya Masa Lalu Bersama Enji, Nikita Mirzani Bandingkan dengan Bella Luna
Baca: Jadwal Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019 Live di Trans7 & Trans TV - KH Maruf Amin vs Sandiaga Uno
Baca: Joanna Palani, Snipper Cantik Paling Dicari ISIS karena Sudah Lumpuhkan 100 Tentaranya
Mereka juga ikut menari, bersama para tetuha adat setempat. Melalui Dubes RI untuk Finlandia, Wiwiek S Firman, warga asing itu menyampaikan rasa kagum mereka dengan budaya adat masyarakat setempat.
“Mereka bilang, ini tempat terbaik dari daerah lain yang pernah mereka kunjungi,” ungkap Wiwiek.
Diapun menyebut, orang Finlandia dan Estonia terkenal jujur dalam mengatakan sesuatu.
“Mereka akan berkata apa yang dipikirkan dan dirasakan,” ungkapnya.
Setelah menyaksikan kebudayaan msyarakat Adat di Balai Malaris, rombongan pada Sabtu 16 Maret 2019, dijamu makan siang oleh Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten.
Para tamu dijamu dengan menu khas daerah, yaitu Katupat Kandangan. Rombongan juga disuguhi iringan musik tradisional khas Kalsel, musik panting oleh group musik dari Kandangan.
Wiwiek S Firman menjelaskan, kedatangan mereka ke Kalsel merupakan tindak lanjut dari antusiasme masyarakat di Finlandia dan Estonia terhadap seni, kebudayaan dan alam Kalsel yang sempat dipamerkan di negara tersebut.
Tak hanya terpesona kebudayaan Kalsel, wisata alam Kalsel yang miliki spesies endemik yaitu Bekantan menarik perhatian besar mereka di ajang tersebut.
Bahkan menurut Wiwiek, maskot Kalsel Bekantan yang ditampilkan pada ajang tersebut menyabet juara tiga dari total 85 negara peserta pada Matka Nordic Travel Fair.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/salah-satu-anggota-rombongan-dari-finlandia-mencoba-memainkan-alat-musik.jpg)