Berita Banjarmasin

Pemprov Kalsel Proses Status Internasional Geopark Nasional Pegunungan Meratus di UNESCO

Kementerian pariwisata mempromosikan potensi geopark Indonesia secara langsung di Markas UNESCO Paris, Prancis.

Pemprov Kalsel Proses Status Internasional Geopark Nasional Pegunungan Meratus di UNESCO
banjarmasin post.co.id/kaspul anwar
Gubernur Kalsel H Sahbirin saat deklarasi Geopark Meratus di Kiram Park, Cempaka, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada 2020 Pemprov Kalsel akan mendaftarkan ke UNESCO agar Geopark Nasional Pegunungan Meratus berstatus internasional, berikut geopark-geopark yang lebih dulu dipromosikan pada tahun ini.

Kementerian pariwisata mempromosikan potensi geopark Indonesia secara langsung di Markas UNESCO Paris, Prancis.

Tahun lalu, Indonesia mencatatkan dua geopark-nya masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGG), yakni Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh Sukabumi di Jawa Barat. Targetnya, tahun ini Indonesia mendaftarkan dua geoparknya yang lain yakni Geopark Belitung dan Geopark Kaldera Danau Toba.

Sebelumnya Indonesia juga sudah memiliki Global Geopark, diantaranya Gunung Batur di Bali dan Gunung Sewu yang memanjang dari Selatan Yogyakarta, wilayah Jawa Tengah, sampai ke Jawa Timur.

"InsyaAllah. Geopark Nasional Pegunungan Meratus rencana tahun depan," ucap Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus, Nurul Fajar Desira, Minggu (17/3).

Baca: Soal Kenaikan Gaji PNS, Bakeuda Kalsel Sebut Peraturan Menteri Keuangan Belum Terbit

Baca: Gempa Bermagnitude 5,8 Terjadi di Lombok Timur NTB, BMKG : Tak Berpotensi Tsunami

Dikatakannya, dengan adanya Geopark meratus melindungi dan menyelamatkan. Mulai dari kebudayaan, biodiversiti, geodiversiti hingga memanfaatkan ekonomi.

Menurut dia, Pegunungan Meratus menyimpan banyak potensi kekayaan alam yang patut diproteksi. Fajar berkata Meratus terbentuk 200 juta tahun lalu akibat tumbukan lempeng Pasifik dan Asia yang memicu dasar laut naik ke permukaan.

Alhasil, kata dia, bebatuan Pegunungan Meratus didominasi ofiolit (batu kerak dasar laut) dengan usia ratusan juta tahun silam.

Geopark Nasional Pegunungan Meratus menjadi bagian dari 19 geopark nasional. Pada 2019, Fajar berfokus membenahi dan mengoptimalkan 36 geosite agar mendatangkan manfaat bagi warga lokal.

Menurut dia, geopark tidak lantas menghilangkan adat lokal karena masyarakat tetap dilibatkan dalam pengelolaan.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved