Berita Kabupaten Banjar

Perajin Kopi Aranio Kewalahan Layani Permintaan, Sebagian dari Daerah Ini

Perajinnya, pengolah bubuk kopi, di Desa Tiwinganbaru, Karangintan, Kabupaten Banjar, bahkan kewalahan melayani tingginya permintaan.

Perajin Kopi Aranio Kewalahan Layani Permintaan, Sebagian dari Daerah Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
CEK POHON KOPI - Arianto (kanan) bersama tamunya dari Banjarmasin mengecek kebun kopinya di Desa Tiwinganbaru, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Cita rasa kopi Aranio memang menggoda. Perajinnya, pengolah bubuk kopi, di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), bahkan kewalahan melayani tingginya permintaan.

"Alhamdulillah makin banyak yang mengukai kopi Aranio. Tambah banyak orang yang penasaran, kami sampai kewalahan memenuhi order," ucap Arianto, ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera, Minggu (17/03/2018).

BUMDes Bina Sejahtera adalah lembaga usaha milik Desa Tiwinganbaru. Lembaga ekonomi masyarakat ini menjalankan usaha pengolahan bubuk kopi Aranio sejak sekitar lima bulan silam.

Arianto menuturkan order yang masuk saat ini sebagian masih berasal dari wilayah Kota Martapura dan sekitarnya termasuk Banjarbaru. Namun juga ada permintaan dari Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan mereka sekaligus ingin bermitra dalam hal penjualan kopi Aranio.

Baca: Bupati dan Wabup Tabalong Anang - Mawardi Resmi Dilantik, Gubernur Sahbirin Perintahkan Hal Ini

Lantaran bahan baku (biji kopi Aranio) terbatas, sebut Arianto, sebagian permintaan tersebut belum bisa terlayani. Stok biji kopi Aranio telah habis.

Sebenarnya, sebut Arianto, ada biji kopi Aranio di desa lain. Namun harga jualnya mahal sehingga pihaknya tak berani membelinya karena khawatir hal itu bakal menjadi patokan harga.

"Jadi kami memilih bersabar dulu, menunggu kebun kopi kami panen. Saat ini juga sudah mulai berbuah," tandas Arianto.

Ia mengatakan tak ingin menaikkan harga jual bubuk kopi Aranionya akibat pembelian biji kopi yang mahal. Karena itu ia juga telah meminta para pemesan untuk bersabar.

Labih lanjut ia menerangkan sementara ini pihaknya belum melakukan promosi secara memadai. Masih sebatas di media sosial dan dari mulut ke mulut.

"Insha Allah sebentar lagi izin usaha kami terbit. Nah, nanti jika izin itu sudah ada, baru lah kami akan melakukan promosi," jelasnya.

Baca: Soal Kenaikan Gaji PNS, Bakeuda Kalsel Sebut Peraturan Menteri Keuangan Belum Terbit

Bulan lalu, Tim Dinas Kesehatan Banjar telah berkunjung dan melalukan survei ke sekretariaat BUMDes Bina Sejahtera. Kegiatan itu bagian dari tahapan penertbitan izin produksi industri rumah tangga (P-IRT).

Selama ini BUMDes Bina Sejahtera juga selalu berkomunikasi dengan Dinas Perindag Banjar. Bahkan melalui Rumah Kemasan Banjar, Disperindah setempat membantu merancang desain dan pencetakan logo brand kopi Aranio olahan BUMDes Bina Sejahtera.

"Perancangan desainnya kami bantu sepenuhnya tanpa biaya," sebut tenaga teknis Rumah Kemasan Banjar Nanang Setyawan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved