Berita HST

Selamatkan Pegunungan Meratus dari Tambang, Ratusan Warga HST Tulis Surat Untuk Presiden

Untuk menyelamatkan Pegunungan Meratus, masyarakat Hulu Sungai Tengah melakukan aksi serentak menulis surat kepada Presiden.

Selamatkan Pegunungan Meratus dari Tambang, Ratusan Warga HST Tulis Surat Untuk Presiden
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Tak kurang dari 300 warga termasuk anak-anak ikut menulis surat untuk presiden. Aksi menulis surat kepada presiden untuk menyelamatkan meratus (Save Meratus) di Lapangan Dwi Warna, Barabai, Minggu (17/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Untuk menyelamatkan Pegunungan Meratus, masyarakat Hulu Sungai Tengah melakukan aksi serentak menulis surat kepada Presiden.

Tak kurang dari 300 masyarakat termasuk anak-anak ikut menulis surat untuk presiden. Aksi menulis surat kepada presiden untuk menyelamatkan meratus dilakukan di Lapangan Dwi Warna, Barabai, Minggu (17/3/2019).

Aksi menulis surat yang juga diikuti anak-anak ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

Isi surat terkait permohonan, keluh-kesah dan keresahan akan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pertambangan.

Bahkan, aksi ini juga serentak dilaksanakan di seluruh kota/kabupaten di Kalsel dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia, seperti Jogja, Malang, Surabaya,Tangerang sampai Papua. Bahkan masyarakat peduli Meratus yang berada diluar negeri seperti di Melbourne (Australia), Taichung (Taiwan) dan Kuala Lumpur (Malaysia) juga ikut melakukan aksi serupa.

Baca: Perjuangan Ibu Muda Cantik Asal Banjarbaru di Masterchef 2019 Berlanjut, Ini Kisahnya

Baca: Hasil Akhir Timnas U-22 Indonesia vs Bali United Jelang Kualifikasi Piala Asia U23 2020, Skor 3-0

Di Kalimantan Selatan, aksi menulis surat untuk presiden di lakukan di Siring Menara Pandang Banjarmasin, Lapangan Murjani Banjarbaru, Lapangan Dwi Dharma Rantau, RTH Kijang Mas Permai Pelaihari, Taman Hijau Balangan, Tanjung Expo Center Mabuun, Lapangan Pahlawan Amuntai.

Peserta menulis surat untuk presiden, Nunuy, menyatakan dukungannya untuk meratus.

"Jangankan yang tua, yang muda saja ikut memberikan dukungannya terhadap lingkungan. Kami ingin lingkungan di HST terjaga," katanya

Juru Bicara Aksi Serentak Menulis Surat Kepada Presiden, Nursiwan atau akrab disapa Incus, mengatakan bahwa surat-surat yang sudah ditulis tersebut akan dikumpulkan dan akan diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia.

“Bagaimana pun dan apa pun yang terjadi, surat-surat ini harus diserahkan kepada Presiden, Joko Widodo,” katanya.

Incus juga menambahkan bahwa aksi ini adalah untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat Kalimantan Selatan yang mulai resah dengan kerusakan alam yang disebabkan oleh pertambangan.

Baca: Video Viral Penyelamatan Bayi 5 bulan Saat Terjebak Banjir Bandang di Sentani Kabupaten Jayapura

Baca: Sindiran Menohok Jenderal Ini ke Syahrini Soal Mahar Pernikahan Mantan Luna Maya, Reino Barack

Selama ini ujarnya, gerakan tagar save meratus yang didukung oleh banyak pihak terkesan tidak mendapat dukungan nyata dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

"Karena itu, kali ini para relawan dan masyarakat yang peduli pada gerakan save meratus mencoba untuk mengetuk hati presiden secara langsung dengan menuliskan surat. Aksi menulis surat ini adalah bagian dari gerakan save meratus yang telah berlangsung sejak Desember 2017 lalu," katanya.

Gerakan ini dipicu oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta yang menerbitkan SK bernomor 441.K/30/DJB/2017 pada 04 Desember 2017 lalu tentang penyesuaian tahap kegiatan PKP2B menjadi tahap operasi Produksi kepada PT Mantimin Coal Mining (MCM). Izin itu meliputi 3 wilayah, yaitu; Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Tengah.
Masyarakat Hulu Sungai Tengah yang sejak lama menolak keberadaan tambang batu bara dan perkebunan sawit skala besar bereaksi menolak izin tersebut. Reaksi masyarakat Hulu Sungai Tengah mendapat dukungan positif dari berbagai pihak dan kalangan, dari LSM, Pemerintah Daerah Hulu Sungah Tengah, akademisi, budayawan hingga masyarakat biasa. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved