Berita Banjarbaru

Luas Tanam Hutan Kalsel Ditarget 32 Ribu Hektare di 2019, Loksado 6 Ribu Hektare

Dinas Kehutanan mentargetkan luas tanam hutan kian terus meningkat. Tahun 2019 ini luas tanam di Kalsel seluas 32 ribu hektare.

Luas Tanam Hutan Kalsel Ditarget 32 Ribu Hektare di 2019, Loksado 6 Ribu Hektare
banjarmasinpost.co.id/Nurkholis Huda
Sekertaris Dishut Kalsel, Warsita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kehutanan mentargetkan luas tanam hutan kian terus meningkat. Tahun 2019 ini luas tanam di Kalsel seluas 32 ribu hektare.

Berbarengan momen Hari Bakti Rimbawan ke 36, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel melakukan penanaman serentak di lahan seluas 29 ribu hektare.

"Yang ditanam di Loksado kurang lebih 6 ribu hektare," ujar Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.

Diakuinya tahun kemarin luasan penanaman 29.500 hektare.

"Kita harus segera lakukan berbagai cara kembalikan lingkungan kita yang asri, paling penting kita kembalikan kejayaan hutan kita," tegasnya.

Sekertaris Dishut Kalsel, Warsita menjelaskan bahwa target tanam seluas 32 ribu hektar itu terus digalakan.

Baca: Terpuruk Sempat Jadi Tukang Ojek, Eef Bangkit dan Usaha Jamurnya Diekspor Hingga ke Malaysia

Baca: Live RCTI! Jadwal Siaran Langsung Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2020

Baca: Tangis Ustadz Abdul Somad Doakan Almarhumah Ibunda Hj Rohana, UAS Tetap Berikan Tausiah di Madura

"Baik yang ada dikelola masyarakat dan sektor wlswasta. Kalau masyarakat kita usahakan tanam dengan tanaman yang menghasilkan semisal sengon, petai, bisa jengkol dan lain sejenisnya," kata Warsita.

Adapun Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menjelaskan bahwa Rimbawan sudah pasti akan menjaga kelestarian alam kita.

"Alam ini harus dijaga agar tetap asri. Ini sesuai dengan program yang sudah dijalankan revolusi hijau," kata Sahbirin Noor.

Menurutnya, Kalsel dan Kalimantan memiliki kekayaan hutan, oleh karenya ia berpesan untuk terus dijaga. Kekayaan itu pula, lanjutnya, yang membuat Kalimantan diperhatikan oleh dunia.

"Kalimantan bukan cuma milik Indonesia, tapi sudah menjadi milik dunia," lontarnya. (banjarmasinpost.co.id /Lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved