B Focus Urban Life

Rumah Warganya Berwarna-warni, Siapa yang Mengira Kampung Pelangi Dulunya Adakah Kawasan Kumuh

MENYULAP Sungai Kemuning, Guntung Paikat, menjadi lebih indah merupakan salah satu penataan sebagian kawasan kumuh oleh Pemko Banjarbaru.

Rumah Warganya Berwarna-warni, Siapa yang Mengira Kampung Pelangi Dulunya Adakah Kawasan Kumuh
BPost Cetak
BFocus edisi cetak Senin (18/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - MENYULAP Sungai Kemuning, Guntung Paikat, menjadi lebih indah merupakan salah satu penataan sebagian kawasan kumuh oleh Pemko Banjarbaru.

Dulunya kawasan ini termasuk kawasan kumuh dan banyak rumah warga yang berada di bantaran sungai itu.

Kawasan ini sekarang sudah berubah menjadi kawasan yang asri dan indah.

Bantaran sungai juga sudah ditata dengan baik sehingga tampak indah dan bersih.

Kawasan bantaran sungai juga di sulap menjadi Kampung Pelangi.

Kampung Pelangi ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani pada 14 April 2017 lalu.

Baca: Ada Mantan Billy Syahputra, Hilda Vitria di Antara Gisella Anastasia & Wijaya Saputra, Apa Terjadi?

Baca: Pria Misterius di IG Ayu Ting Ting Terungkap, Gendong Bilqis dengan Wajah Diblur Teman Ivan Gunawan

Baca: Cara Reino Barack Manjakan Syahrini, Incess Rela Lakukan Ini untuk Mantan Luna Maya Itu

Baca: Bukti Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Telah Menikah Terungkap Lewat Foto Eks Veronica Tan di Sidney?

Setelah penataan sungai kemuning dan kampung pelangi, belum lama tadi juga diresmikan menara Wisata Kilometer 33 di Kelurahan Loktabat Banjarbaru yang diresmikan pada 21 Februari 2019 oleh Wali Kota Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan ikon menara ini adalah satu dari pengubahan kawasan kumuh menjadi kawasan wisata yang bernilai ekonomis.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani sebelumnya mengatakan memoles bantaran sungai Kemuning akan merubah mindset masyarakat dari yang sungai di belakang rumah menjadi sungainya di depan rumah.

"Fase ini yang sudah kita lakukan, di fase ini mengubah kawasan yang kumuh menjadi kawasan yang nyaman dan asri," katanya.

Nadjmi juga mengatakan Menara 33 ini adalah satu dari perubahan kawasan kumuh yg ada dikota Banjarbaru yang akan menjadi kawasan wisata yang bernilai ekonomi.

Kepala Bappeda Kota Banjarbaru Kanafi mengatakan keberhasilan mengubah kawasan bantaran sungai kemuning yang dulunya kumuh akan dijadikan contoh untuk mengubah kawasan kumuh yang ada di Kawasan Cempaka dan Sungai Tiung.

"Sudah ada contoh dan bukti keberhasilan mengubah kawasan kumuh di Sungai Kemuning. Kalau perlu nantinya akan kita tunjukkan secara langsung dan kita bawa warga Cempaka ke lokasi sungai Kemuning untuk melihat perubahan yang telah dilakukan," tegasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved