Ekonomi dan Bisnis

Terpuruk Sempat Jadi Tukang Ojek, Eef Bangkit dan Usaha Jamurnya Diekspor Hingga ke Malaysia

Hidup seperti roda pedati, kadang di atas dan kadang di bawah. Dan seorang pria bernama Hepny yang akrab disapa Eef sudah merasakan hal itu.

Terpuruk Sempat Jadi Tukang Ojek, Eef Bangkit dan Usaha Jamurnya Diekspor Hingga ke Malaysia
Banjarmasinpost.co.id/Salmah
Hepny, merintis budidaya jamur diawali pada 2005.

Pihak Dinas Pertanian Kota Banjarmasin juga mengajak kerjasama untuk pengelolaan budidaya jamur yang saat itu berjalan hingga tiga tahun, sampai 2017.

Selain jual jamur segar, Eef juga jual bibit jamur dan jual baglog. Khusus bibit saya kirim juga ke pelanggan di Kalteng, Kaltim, Sulawesi bahkan ke Malaysia. Sebanyak 800 botol per minggu yang kami kirim ke seluruh pelanggan.

"Saya juga mengembangkan usaha dengan kemitraan yang dimulai 2017 lalu. Sekarang anggota kemitraan di Banjarbaru 20 orang dan Landasan Ulin 15 orang," paparnya

Bagi Eef dia ingin usaha jamur ini bermanfaat untuk orang lain. Dengan kemitraan maka menjadi progam tersendiri untuk membuka peluang usaha bagi generasi muda di kota dan desa. Saya siap mengajari cara budidaya.

Ternyata kesuksesannya berbisnis budidaya jamur dengan puluhan anggota kemitraannya, mengundang perhatian pihak investor swasta untuk mengembangkan usaha itu menjadi lebih besar.

"Akhir tahun ini, insya Allah bisnis keempat dari jamur siap dimulai. Saya kerjasama dengan pihak swasta untuk membuka rumah makan atau sejenis restoran khusus jamur seperti Jejamuran di Yogyakarta. Rencana lokasi di Landasan Ulin," ungkapnya.

Di lahan seluas 1 hektare itu rencananya juga akan menjadi sentra oleh-oleh, pemasaran aneka olahan jamur, juga pasar jamur segar.

"Bahkan di situ juga sekaligus akan menjadi sentra atau pusat pemasaran jamur satu arah," terang Eep.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved