Ekonomi dan Bisnis

Wacana Beli Saham Bisa Via Kartu Kredit, Ini Tanggapan Analis dan Investor Muda Banua

Beredar wacana pembelian saham bisa menggunakan kartu kredit (credit card). Tujuannya adalah untuk membuat investor bisa membeli saham

Wacana Beli Saham Bisa Via Kartu Kredit, Ini Tanggapan Analis dan Investor Muda Banua
banjarmasinpost.co.id/acm
Para anggota KSPM FEB ULM saat bertransaksi saham di Galeri BEI ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beredar wacana pembelian saham bisa menggunakan kartu kredit (credit card). Tujuannya adalah untuk membuat investor bisa membeli saham dengan menggunakan fasilitas pendanaan dari perbankan dan pengembalian dananya bisa dilakukan dengan cara mencicil.

Dikutip dari CNBC, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, rencana tersebut masih dalam kajian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bertujuan dalam rangka meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan di pasar modal Indonesia.

Terkait hal tersebut, investor muda Banjarmasin, Novalia Afsari mengatakan, investor harus memgetahui resiko dan kemudahan atau keuntungan yang didapat menggunakan kartu kredit.

"Juga perlu disertai proses literasi yang memadai tentang kartu kredit dan investasi pasar modal. Karena investasi bisa berupa jangka pendek dan jangka panjang," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (18/3/2019).

Baca: Lagi Lelap Tidur Angin Puting Beliung Sapu Rumah di Pulau Sembilan, Warga Panik dan Berlarian

Baca: Amarah Anang Hermansyah Pada Aurel Saat Liburan di Turki Terekam Kamera, Suami Ashanty Menggigil

Baca: Syahrini Akui Buat Reino Barack Berubah Usai Menikah, Sikap Mantan Luna Maya Jadi Begini

Ditambahkannya, bagi investor yang memiliki rencana untuk investasi jangka panjang, memanfaatkan kartu kredit bisa sangat beresiko, dikarenakan beban bunga kartu kredit bersifat jangka pendek. Sebab menurutnya, belum tentu keuntungan investasi dalam jangka pendek sudah mampu menutupi biaya-biaya kartu kredit tersebut.

"Kalo sisi keuntungan atau kemudahannya menurut saya, si investor bisa memanfaatkan momentum di pasar modal ketika dana belum tersedia dengan ditalangi menggunakan kartu kredit, asalkan nanti bisa melunasi kewajibannya pada saat dana tersedia," imbuhnya.

Sementara itu, Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin mengatakan, belum ada info lebih lanjut dari pihak BEI.

Dalam penutupan perdagangan sesi kedua Senin (18/3/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di zona hijau menguat 48,26 poin atau 0,75 persen ke 6.509.

Nilai transaksi mencapai Rp 8,30 triliun. Volume trading sebanyak 161,86 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih senilai Rp 687,76 miliar. Nilai tukar rupiah menguat 0,23 persen ke posisi Rp 14.235 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Kombinasi penguatan bursa Asia, apresiasi rupiah dan net buy asing yang cukup besar menjadi faktor pendorong IHSG ditutup menguat di akhir sesi 2 persis di level resistance di awal perdagangan," jelas dia.

Kenaikan IHSG didukung oleh delapan sektor. Sektor-sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,90 persen, sektor aneka industri naik 1,86 persen dan sektor industri dasar naik 1,02 persen. Sedangkan sektor perkebunan turun 0,26 persen dan sektor pertambangan turun 0,55 persen. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved