Berita HSS

Buah Langka Berwarna Merah dan Kuning Ini Menarik Perhatian Pengunjung Pasar Kandangan

Buah tersebut dijual di Pasar Kandangan oleh pedagang dari Kecamatan Telaga Langsat, yang mengaku mendapatkan jenis buah itu dari pelosok di Loksado.

Buah Langka Berwarna Merah dan Kuning Ini Menarik Perhatian Pengunjung Pasar Kandangan
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Buah Suran (merah) dan Tuing (kuning), buah langka dari Loksado yang dijual pedagang buah lokal di Pasar Kandangan, Senin (19/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Warna buahnya merah, dengan bentuk buah lonjong dan bertandan. Isi buahnya tiga berwarna putih, mirip buah rambai, tapi dari sisi rasa dan bentuknya juga mirip buah kapul.

Buah tersebut dijual di Pasar Kandangan oleh pedagang dari Kecamatan Telaga Langsat, yang mengaku mendapatkan jenis buah yang jarang muncul di pasar buah lokal itu dari desa terpencil di Kecamatan Loksado.

Bentuk dan warnanya yang menarik, berhasil menarik perhatian pengunjung yang melintas di Pasar Kandangan, Senin 18 Maret 2019 kemarin. Banyak warga yang penasaran dengan buah tersebut, lantaran jarang ada dijual di pasar buah lokal.

"Nama buahnya Suran, belinya di kampung Dayak Loksado," ungkap Jumadi, sang penjual.

Jumadi pun tak keberatan, sebelum membeli, pengunjung pasaar mencoba terlebih dahulu buah dengan penampilan menarik tersebut.

Baca: Kunjungan Kedubes Finlandia dan Estonia Tak Bisa Dimanfaatkan Bisnis To Bisnis, Ini Kata Gubernur

Rasa daging buahnya, manis tadi sedikit sepet atau dalam bahasa Banjar, kalat. Seperti halnya jenis buah lokal lainnya, kapul, daging buah Suran tak bisa dimakan dengan bijinya. Jadi cara menikmatinya cukup dengan sedikit dikunyah, lalu diemut seperti permen. Jika rasa manisnya sudah hilang, biji langsung dibuang.

Selain buah Suran, Junaidi juga menjual jenis buah tak kalah uniknya, yaitu buah Tuing. Warnanya, kuning bentuk buahnya mirip biji pinang, namun dengan ukuran sebesar buah Suran tadi.

Rasa daging buahnya sangat manis. Namun, bijinya sangat keras. Sama seperti Suran, daging buah tak bisa dimakan dengan bijinya, setelah digigit dan diemut sampai rasa manisnya hilang, langsung dibuang.

"Seumur hidup baru kali ini makan buah Suran dan Tuing,"ungkap Yuli, pengunjung Pasar Kandangan, yang membeli masing-masing satu kilogram. Yuli mengaku baru pertama kali melihat jenis buah tersebut, namanya pun masih asing.

Buah Suran (merah) dan Tuing (kuning), buah langka dari Loksado yang dijual pedagang buah lokal di Pasar Kandangan, Senin (19/3/2019)
Buah Suran (merah) dan Tuing (kuning), buah langka dari Loksado yang dijual pedagang buah lokal di Pasar Kandangan, Senin (19/3/2019) (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Mungkin di daerah lain juga ada, tapi dengan nama berbeda. "Tapi jujur baru kali ini melihat dan mencoba memakannya,"katanya.

Baca: ULM Dapatkan Akreditasi A, Rektor Sutarto Hadi Sujud Syukur, Target Raih Akreditasi International

Untuk buah unik dari pegunungan Meratus di Loksado HSS tersebut, Junaidi, pedagangnya membanderol harga Rp 20 ribu per kilogram, untuk buah tuing, dan Rp 10 ribu per kilogram untuk buah Suran.

"Sudah laku 50 kilogram,"katanya. Junaidi mengaku, banyak pengujung yang memfoto buah yang dijualnya tersebut, kemudian membelinya karena penasaran rasanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved