Kriminalitas Kabupaten Banjar

Ebon, Terdakwa Pembunuh Levie Prisilia Divonis 13 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim PN Martapura

Terdakwa pembunuhan Levie Prisilla yakni Herman alias Ebon divonis 13 tahun kurungan penjara oleh majelis hakim PN Martapura.

Ebon, Terdakwa Pembunuh Levie Prisilia Divonis 13 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim PN Martapura
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily
Sidang putusan pembunuh Levie Priscilla di PN Martapura Banjar, Selasa (19/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Terdakwa pembunuhan Levie Prisilla yakni Herman alias Ebon divonis 13 tahun kurungan penjara oleh majelis hakim PN Martapura pada sidang pembacaan putusan, Selasa (19/3).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan pasal 388 dengan tuntutan 15 tahun penjara.

Seusai divonis majelis hakim, tidak banyak kata dikeluarkan oleh Ebon, Ketua Majelis Hakim, Sutiyono mengetuk palu dan menanyakan apakah menerima atau banding, Ebon hanya mengangguk beberapa kali menandakan dirinya menerima putusan. Pada sidang hari itu, dirinya didampingi pengacara dari LBH, M Noor.

Atas vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Apriady, Gusti Rahmat Samudera dan Irwan merasa kecewa. Ketiganya pun sepakat pikir-pikir dan akan mengonsultasikannya dengan pimpinan atas vonis tersebut.

Baca: NEWSVIDEO : Detik-Detik Saat Api Berkobar Membakar Belasan Rumah di Gang Sederhana Kelayan A

JPU, Apriady mengatakan, pihaknya menyatakan pikir-pikir karena terdakwa termasuk perkara sadis karena sudah ada hasil secara visum dan perbuatan terdakwa bukan manusiawi. Pihaknya menyesalkan putusan hakim tidak sejalan dengan JPU.

“Kecewa dengan putusan hakim padahal banyak hal yang memberatkan bahkan kami tidak ada menyebutkan meringankan. Bahwa dalam hal perbuatan terdakwa sudah dua kali masuk penjara, apalagi melakukan pembunuhan belum 1x24 jam keluar dari Lapas Telukdalam Banjarmasin,” kata Apriady.

Disebutkannya, hal yang memberatkan terdakwa, diantaranya perbuatan terdakwa mengakibatkan meninggalnya Levie, meresahkan masyarakat, meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga, terdakwa juga suda dua kali masuk penjara dan pembunuhan ini termasuk perbuatan sadis.

Pria yang juga menjabat Kepala Bidang Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar itu juga mengatakan, batas waktu untuk pikir-pikir selama tujuh hari, apakah nantinya menerima atau sebaliknya akan bekoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo selaku pimpinan.

Majelis hakim melalui Humas PN Martapura, Gatot Rahardjo mengatakan, Majelis Hakim diketuai oleh Sutiyono dan beranggotakan, Fiona Irnazwen, dan hakim anggota dua, Agustinus Sangkakala. Putusan merupakan kewenangan majelis hakim maka tidak bisa diintervensi.

Baca: Mbah Mijan Sebut Ramalan Gisella Anastasia Makin Nakal Terbukti Hingga dengan Wijaya Saputra

“Karena pertimbangannya sudah dibacakan oleh majelis hakim maka dimintakan apabila dipandang tidak adil maka bisa mengajukan banding, kasasi atau PK. Semua putusan final dan kalau tidak adil bisa mengambil langkah-langkah hukum,” katanya.

Ditambahkannya, menjadi pertimbangan majelis hakim diantaranya adalah terdakwa selama dalam persidangan bersikap sopan dan tidak berbelit-belit.

Terdakwa bernama Herman bin Daryanto (25) Warga Jalan Martapura Lama Rt. 07 Kelurahan Sungailulut Kecamatan Sungaitabuk Kabupaten Banjar. Korban bernama Levie Prisilia Warga Jalan A Yani Km 11.800 Kompleks Aston Banua Perumahan Royal Woodpark No 1 Gambut Kabupaten Banjar.

Pada Jumat (23/11/2018) sekitar pukul 09.00 Wita di dalam mobil Suzuki Swif warna Biru DA 1879 TN di pinggir Jalan A Yani Km 11.800 Kelurahan Gambut Barat Kabupaten Banjar ditemukan seorang perempuan dalam keadaan meninggal dunia di dalam mobil tersebut. Korban mengalami luka dibagian leher.

Barangbukti yang diamankan, satu unit Suzuki Satria F warna Hitam merah, satu buah helm putih jenis GM, satu lembar jaket warna hitam, satu lembar celana jeans hitam, satu buah gunting, satu tas slempang cokelat, uang pecahan Rp100.000 sebanyak 10 lembar, satu unit Hp merk Samsung.

Terdakwa, Herman alias Ebon ditangkap petugas gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar di kediamannya di Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama RT 7, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar Sabtu (24/11/2018) malam. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved