Berita Tanahlaut

Jembatan Reot di Jorong Diusulkan Sejak 2012 Lewat Musrenbangdes, Ini Kata Kades Jorong

Jembatan reot di Desa Jorong Bawah Sao RT 10 RW 04 dibenarkan Kades Jorong, Adad Imberadi. Terangnya memang kondisi jembatan sudah sangat memprihatika

Jembatan Reot di Jorong Diusulkan Sejak 2012 Lewat Musrenbangdes, Ini Kata Kades Jorong
istimewa/kades jorong
Jembatan reot di Desa Jorong Bawah Sao RT 10 RW 04, diperbaiki memakai batang kelapa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jembatan reot di Desa Jorong Bawah Sao RT 10 RW 04 dibenarkan Kades Jorong, Adad Imberadi. Terangnya memang kondisi jembatan sudah sangat memprihatikan.

Namun sebutnya pihaknya sudah sejak 2012 mengusulkan ke Pemkab melalui musrenbangdes agar jembatan diperbaiki.

"Sudah, selalu nomor satu dalam usulan musrenbangdes di Desa Jorong setiap tahun, tapi hingga kini belum ada yang terealisasi," terangnya saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (19/3/2019).

Ia mengaku juga bingung dengan sikap Pemkab yang belum juga memerbaiki jembatan hingga kini. Padahal kunjungan anggota dewan hingga pemkab terangnya sudah sering melihat kondisi jembatan.

"Mulai dari dewan Kabupaten, sampai dewan provinsi yang datang, sekda kabupaten juga datang untuk melihat kondisi jembatan," terangnya.

Baca: Tak Langgar Aturan, Bawaslu Banjarmasin Tetap Tertibkan Baliho Caleg Ini karena Hal Ini

Bahkan terang jembatan pernah dikunjungi hingga sekitar 15 orang anggota dewan Pemkab Tanahlaut tapi juga tak ada bantuan perbaikan.

"Bahkan dalam usulan musrenbangdes itu justru usulan perbaikan drainase, jalan dan lain-lain malah direalisasikan, sementara jembatan tidak pernah diperbaiki padahal di usulan urutan pertama sudah," jelasnya.

Dalam usulan terang Adad pihaknya tak meminta agar jembatan dibangun total. Pasalnya sebut Adad menurut perhitungan anggota dewan diperlukan dana sekitar Rp 7 miliar untuk pembangunan jembatan baru.

Sementara kampung bawah Sao di RT 10 merupakan perkampungan buntu yang dikepung sungai sehingga dianggap tak potensial untuk pembangunan sarana fisik yang maksimal.

"Katanya tidak potensial dan ada juga yang mengatakan anggaran terlalu besar, tapi kita sudah minta setidaknya perbaikan tak perlu menelan anggaran sampai Rp 7 miliar, mungkin cukup Rp 1 atau Rp 2 Miliar yang penting warga aman saat melintas," tambahnya.

Baca: Bupati Sukamta Janji Bakal Memberikan Tambahan Insentif 284 Penyuluh Agama Tanahlaut

Selama ini memang ujarnya perbaikan jembatan hanya dilakukan oleh masyarakat secara swadaya. Ia pun mengatakan juga tak bisa membantu memperbaiki jembatan dengan dana desa karena anggaran perbaikan yang sangat besar.

Terkait lahan sekitar jembatan Adad juga memastikan tak ada masalah dengan status lahan. Setidaknya sebut Adad masyarakat bisa melintas dengan aman dan tenang.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved