Berita HST

Kisah Nenek Apah Menuai Simpatik Berbagai Kalangan, Giliran Polres HST Serahkan Bantuan

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk kemanusiaan dan saling peduli kepada warga yang kurang mampu.

Kisah Nenek Apah Menuai Simpatik Berbagai Kalangan, Giliran Polres HST Serahkan Bantuan
HO/Humas Polres HST
Waka Polres HST Kompol Sarjaini bersama Anggota Polsek Haruyan, relawan Balakar HST dan Anggota BPK Taruna Jaya Haruyan memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai kepada nenek Apah, Selasa (19/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kisah Apah (59) warga Pandanu Kecamatan Haruyan, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat perhatian dari Polres Hulu Sungai Tengah.

Pada, Selasa (19/3/2019), Polres Hulu Sungai Tengah Peduli Sesama yang dipimpin Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, diwakili Waka Polres HST Kompol Sarjaini bersama Anggota Polsek Haruyan, relawan Balakar HST dan Anggota BPK Taruna Jaya Kecamatan Haruyan memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai kepada Apah.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk kemanusiaan dengan saling peduli kepada warga yang kurang mampu dan diharapkan dapat meningkat citra Polri di mata masyarakat.

Serta dengan pendekatan kepada masyarakat sehingga terciptanya perasaan aman, tenteram, dan damai di masyarakat terutama untuk menciptakan sitkamtibmas yang kondusif di Kabupaten HST.

Baca: Tabrakan di HST, Setengah Jam Terjebak di Bawah Truk, Anak dan Bapak Hanya Luka Lecet

Baca: Pria Tak Tamat Madrasah Jadi Pengedar Sabu di Barabai, Begini Kronologis Penangkapannya

"Kami memberikan bantuan kepada Apah bantuan sembako," ujarnya.

Sebelumnya, siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Khair, Barabai, pada Jumat (15/3/2019) melakukan aksi sosial penggalangan dana untuk Apah sebesar Rp 10.094.600.

Dalam sepekan terkahir Apah viral lantaran tinggal di gubuk.

Rumahnya terbuat dari dari anyaman bambu, lantai dari bahan papan bekas, bagian depan bangunan dari papan triplek campur kardus, sedangkan bagian kanan depan bangunan hanya dipasangi net, atau jala.

Bahkan, Apah mengaku sudah 10 tahunan tinggal di gubuk itu.

Untuk hidup sehari-hari Apah mengandalkan bantuan dari warga.

(banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved