Stunting di Kalsel

Angka Stunting Masih Tinggi di Wilayahnya, Ketua TP PKK Banjarbaru Gencar Melakukan ini

Ririen Nadjmi Adhani gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang

Angka Stunting Masih Tinggi di Wilayahnya, Ketua TP PKK Banjarbaru Gencar Melakukan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (19/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ririen Nadjmi Adhani gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama (stunting) di Kota Banjarbaru.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru yang juga istri Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani ini mengatakan selain mengakibatkan tubuh anak menjadi pendek, stunting juga berdampak pada perkembangan tubuh anak, penurunan fungsi kecerdasan, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

Dampak lanjutan yang timbul dari stunting, tambah Ririen, terjadi saat anak beranjak dewasa.

“Berbagai risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes militus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas pun mengancam,” ujarnya, kemarin.

Baca: Reaksi Capres Cawapres Soal Ibu Ustadz Abdul Somad Meninggal Dunia, Prabowo, Sandiaga & Maruf Amin

Baca: Hebatnya Veronica Tan Saat Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Dikabarkan Menikah Diungkap Dahlan Iskan

Baca: Kondisi Kejiwaan Nikita Mirzani yang Nyinyiri Syahrini Hingga Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani

Baca: Viral Nama Bayi yang Gabungkan Syahrini, Reino Barack, dan Luna Maya, Orangtua Dapat Respons Ini

Baca: Kekasih Agnez Mo Posting Foto Bahagia, Balas Wijaya Saputra dan Gisella Anastasia yang Go Public?

Di Kota Banjarbaru, kasus stunting ada di daerah Kecamatan Cempaka mencapai 51 persen, Kecamatan Lianganggang sekitar 24 persen dan Kelurahan Guntung Manggis sekitar 25 persen.

“Salah satu penyebabnya, kalau anak tidak mau makan, lalu dikasih makan mi instan atau makanan ringan yang nilai gizinya kurang. Itu tidak baik bagi kesehatan,” ujarnya.

Menurut Ririen, dengan memperhatikan upaya perbaikan gizi, kecukupan gizi sebelum dan selama kehamilan, memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, memberikan makanan pendamping ASI sesuai kecukupan gizi anak, dan memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak, dapat mengurangi risiko yang dihadapi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved