Berita Kalteng

Meski Sudah Meninggal ASN di Bawah Naungan Kemenag Kalteng Tetap Dapat Tunjangan Kinerja

Meski Sudah Meninggal ASN di Bawah Naungan Kemenag Kalteng Tetap Dapat Tunjangan Kinerja

Meski Sudah Meninggal ASN di Bawah Naungan Kemenag Kalteng Tetap Dapat Tunjangan Kinerja
(Dok BPost)
Proses belajar mengajar di Mts Annur Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kementerian agama (Kemenag) Kalimantan Tengah, menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah yang diterima dari pusat untuk pembayaran tunjangan kinerja bagi tenaga guru (ASN) dibawah Kemenag untuk pembayaran tunjangan kinerja kelebihan mengajar.

Selain pemberian dana sertifikasi terhadap guru, ternyata pemerintah pusat juga akan memberikan dana tunjangan kinerja (tukin) kepada guru yang dalam mengajar selama seminggu melebihi dari target mengajar yang ditetapkan dalam ketentuan sertifikasi mengajar tatap muka didepan kelas.

Otomatis ini langsung mendapat tanggapan positif sejumlah tenaga guru di Kalimantan Tengah, karena jika guru rajin mengajar, maka selain mendapatkan tunjangan sertifikasi juga akan mendapatkan tunjangan kinerja, atas kelebihan jam mengajar 24 jam dalam seminggu di depan kelas yang telah ditetapkan dalam sistem mengajar guru bersertifikasi.

Baca: Daftar Kecanggihan Gadget Terbaru, Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 7 Pro, Vivo V15 Pro & Oppo F11 Pro

Baca: Daftar Target Transfer Real Madrid di Era Zinedine Zidane, Ada Neymar, Paul Pogba Hingga Bek Ini

Baca: Sifat Asli Suami Maia Estianty, Irwan Mussry di Masa Lalu Dibongkar Sosok Ini, Beri Tip karena Ini

Baca: Spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar Bertebaran di Martapura, Ini Komentar Warga

"Bagi saya ini hal yang baik, agar guru makin rajin dalam mengajar, jika perlu untuk mengajar dilakukan secara terus- menerus , melebihi ketentuan sertifikasi yang telah diteetapkan, jika jam mngajar, kurang bisa menambah lagi mengajar fi sekolah lain, sehingga bisa dapat tukin lebih banyak lagi," ujar Faridah, salah satu guru Madrasah di Palangkaraya, Selasa (19/3/2019).

Sementara itu, Kepala Kemenag Kalteng, Masrawan, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat terkait pemberian tukin kepada guru yang dalam mengajar melebihi ketentuan sertifikasi tersebut bahkan dana sudah siap mencapai Rp15 milar untuk tenaga guri di bawah kemenag yang saat ini mencapai Rp2.500 orang.

"Pembayaran tukin diberikan dan dihitung sejak tahun 2015 sampai sekarang, jika ada guru yang telah meninggal dunia, tukinnya tetap akan dibayarkan, dirapel, dan akan diberikan kepada ahli warisnya. Jangan khawatir kepada pihak keluarganya pasti akan mendapatkan dana tersebut," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved