B Focus Economic

Pembuatan Sasirangan Berkembang, Kelas Menjahit Ikut Diminati, Wanita ini Merasakan Keuntungannya

KEINDAHAN dan kreativitas pembuatan sasirangan yang terus berkembang, ternyata juga memberikan kontribusi ekonomi lainnya.

Pembuatan Sasirangan Berkembang, Kelas Menjahit Ikut Diminati, Wanita ini Merasakan Keuntungannya
BPost Cetak
B Fokus edisi cetak Selasa (19/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KEINDAHAN dan kreativitas pembuatan sasirangan yang terus berkembang, ternyata juga memberikan kontribusi ekonomi lainnya.

Hal ini lantaran, pengrajin UMKM Sasirangan tidak hanya memproduksi kain, tapi juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat terutama generasi milenial.

Rizqina Sasirangan misalnya, memberikan fasilitas kursus menjahit dan beragam workshop mengenai sasirangan.

Kursus menjahit telah dibuka sang owner, Eny Umaryati sejak 2005.

Hal ini lantaran semakin banyak orang yang tertarik dengan kain khas suku Banjar ini.

Baca: Sifat Asli Suami Maia Estianty, Irwan Mussry di Masa Lalu Dibongkar Sosok Ini, Beri Tip karena Ini

Baca: Suami Syahrini, Reino Barack Tak Bahagia Diungkap Sosok Ini, Tergambar Saat Eks Luna Maya Begini

Baca: Kemarahan Gisella Anastasia pada Gempita Saat Anak Gading Marten Itu Akui Bikin Kesalahan Ini

Baca: Sikap Sebenarnya Veronica Tan Soal Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Diungkap Dahlan Iskan

Berawal dari pekerjaan sampingannya sebagai penjahit baju, Eny pun mulai membuka usaha lainnya yakni pembuatan sasirangan.

"Banyak pelanggan yang mau minta diajarkan cara menjahit, terutama untuk kain sasirangan, karena itu saya buka kursus menjahit," jelasnya.

Kursus tersebut dilaksanakan selama 10 kali pertemuan untuk satu paket.
Misalnya paket kemeja atau gaun yang dipilih oleh peserta kursus.

"Selama kursus diberikan fasilitas berupa alat-alat jahit di antaranya gunting, benang, rader pendelel, meteran, dan bahan berupa kain sasirangan, satu paket selama 10 kali pertemuan itu peserta membayar iuran sebesar Rp 1 juta, diajarkan hingga bisa dan mahir," ujar Eny.

Kebanyakan peserta kursus yang berminat di tempatnya yakni didominasi kaum milenial yang baru lulus sekolah.

Namun ada pula karyawan, ibu rumah tangga ,serta dosen yang juga ikut kursus menjahit.

Jadwal kursus tersebut dilakukan saat weekend, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu di Jalan HKSN Banjarmasin.

Saat ini tersisa enam peserta yang aktif, sedangkan yang lainnya sudah banyak yang membuka usaha jahit sendiri.

Untuk pembuatan sasirangan, Eny tidak membuka kursus khusus.

Namun dia kerap memberikan ilmu membuat sasirangan dalam berbagai workshop di sejumlah event yang digagas pemerintah daerah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved