Berita Banjarmasin

Pengabdiannya Melindungi dan Melestarikan Hewan Maskot Kalsel Diganjar Penghargaan ini

Atas dedikasinya tersebut, Amel, panggilan akrab Amalia ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor memberikan penghargaan sebagai Pelestari Bekantan

Pengabdiannya Melindungi dan Melestarikan Hewan Maskot Kalsel Diganjar Penghargaan ini
istimewa
Amalia Rezeki saat menerima penghargaan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kecintaan Amalia Rezeki terhadap Bekantan sudah tak perlu diragukan lagi.

Sebagian besar hidupnya, melestarikan dan melindungi buat binatang berhidung mancung ini.

Atas dedikasinya tersebut, Amel, panggilan akrab Amalia ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor memberikan penghargaan sebagai Pelestari Bekantan oleh Kaukus Lingkungan Hidup & Kehutanan Legislatif Kalsel.

Penghargaan itu bertepatan peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36, Senin.

"Alhamdulillah ini penghargaan kelima yang saya terima. Saya sangat bersyukur, upaya kami selama ini diapresiasi oleh pemerintah," kata dosen Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Selasa (19/3/2019).

Baca: Reaksi Giorgino Abraham Disebut Irish Bella yang Jadi Tunangan Ammar Zoni Jadi Inspirasi Lagunya

Baca: Nagita Slavina Laporkan Raffi Ahmad ke Polisi Diungkap ke Ayu Dewi, Jika Ayah Rafathar Lakukan Ini

Baca: Pengakuan Tak Terduga Vanessa Angel yang Terjerat Prostitusi Artis Soal Putus dari Bibi Ardiansyah

Baca: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 di Bulan Rajab, Simak Keutamaan dan Pahalanya

Baca: Ancaman Nia Ramadhani pada Mikhayla Soal Ini, Ardi Bakrie Sempat Ungkap Kekecewaan

Amel berharap, penghargaan ini menjadi inspirasi positif bagi pelestarian maskot Banua.

Perempuan berjilbab ini sebelumnya menerima penghargaan secara nasional, She Can Awards 2015 sebagai perempuan pelestari Bekantan.

Menyusul penghargaan Puspawana Kerajaan Banjar 2015, Penghargaan Kaukus Lingkungan Hidup 2016 dan penghargaan Pena Hijau Award 2017.

Diceritakan Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalsel ini, sebenarnya pergerakan mereka sejak tahun 2010 dalam upaya edukasi lingkungan.

"Kemudian komunitas kami legalisasi lembagakan secara hukum pada tahun 2013, dan fokus terhadap perlindungan dan pelestarian Bekantan, yang mrupakan maskot kebanggaan Banua kita," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved