Berita Banjar

Saran Badan Informasi Geospasial Kepada Kepala Daerah Usai Serahkan Peta Batas Wilayah Martapura

Saran Badan Informasi Geospasial Kepada Kepala Daerah Usai Serahkan Peta Batas Wilayah Martapura

Saran Badan Informasi Geospasial Kepada Kepala Daerah Usai Serahkan Peta Batas Wilayah Martapura
banjarmasin post group/ idda royani
Eko Artanto menyerahkan peta batas wilayah Kecamatan Martapura kepada Sekcam Martapura M Ramli, Senin (18/3) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak 2013 yang lalu Badan Informasi Geospasial (BIG) intens melakukan penyempurnaan batas wilayah kelurahan dan desa di seluruh wilayah Indonesia.

Tak mudah bagi BIG menangani pekerjaan tersebut. Pasalnya lumayan banyak jumlah administratif pemerintahan di negeri ini yakni sebanyak 83 ribu kelurahan dan desa.

Apalagi peta batas wilayah yang dibikin BIG berupa foto udara atau citra satelit bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Apa input awal yang digunakan BIG dalam melakukan penyempurnaan batas wilayah?

Baca: Kekasih Agnez Mo Posting Foto Bahagia, Balas Wijaya Saputra dan Gisella Anastasia yang Go Public?

Baca: Luna Maya Singgung Soal Fitnah Usai Klaim Move On Pasca Pernikahan Reino Barack dan Syahrini

Baca: Kondisi Kejiwaan Nikita Mirzani yang Nyinyiri Syahrini Hingga Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani

Baca: Ada Sajadah Terbang di Kawasan Kemuning Kota Banjarbaru, Ini Dia Fakta Sebenarnya

"Kami merujuk atau berpegang pada peta RBI (Rupa Bumi Indonesia)," ucap Kepala Bidang Batas Wilayah Administrasi, BIG, Eko Artanto, Selasa (19/3/2019).

Peta RBI tersebut yang kemudian di-cross ceck bersama pemerintah daerah.

"Umumnya berupa batas alam seperti sungai. Di lapangan bisa saja telah terjadi perubahan, karena itu perlu dicek kembali," jelasnya.

Dikatakannya, penyempurnaan batas wilayah kelurahan dan desa mutlak dilakukan mengingat sejak pascareformasi banyak terjadi pemekaran wilayah. Karena itu batas wilayah mesti dipetakan secara tepat menggunakan citra satelit sehingga memiliki akurasi tinggi.

Eko mengatakan dari 83 ribu kelurahan dan desa di Indonesia, setengahnya telah rampung dipetakan batas wilayahnya. Sisanya akan dituntaskan tahun ini.

Baca: Fakta Terbaru 2 WNA Asal Malaysia yang Tewas Saat Gempa Bumi 5,4 SR dan 5,1 SR Guncang Lombok Timur

Batas wilayah kelurahan/desa di Kalimantan Selatan, sebut Eko, telah selesai. Senin (18/03/2019) secara simbolis pihaknya menyerahkan peta batas wilayah di aula Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar yang dihadiri 110 warga.

Pascapenyerahan peta batas wilayah tersebut, pihaknya berharap masing-masing kepala daerah menindaklanjutinya dengan menerbitkan peraturan daerah tentang batas wilayah sesuai hasil pemetaan vitra satelit itu.

"Peta batas wilayah yang kami bikin, itu sifatnya masih berupa peta indiikatif. Untuk menjadi peta definitif maka harus dikuatkan melalui perda," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/ idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved