Berita Regional

Terkubur Lumpur 14 Jam, Bayi Korban Banjir di Sentani Ini Masih Hidup, Benda Ini Penyelamatnya

Seorang bayi laki-laki yang tertimbun selama 14 jam ditemukan dalam keadaan selamat setelah bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura

Terkubur Lumpur 14 Jam, Bayi Korban Banjir di Sentani Ini Masih Hidup, Benda Ini Penyelamatnya
Istimewa/tribunnews.com
Pesawat mesin tunggal ikut menjadi korban banjir bandang di Sentani, Sabtu (16/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAYAPURA- Seorang bayi laki-laki yang tertimbun selama 14 jam ditemukan dalam keadaan selamat setelah bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura pada Sabtu malam (16/3/2019).

Kabar gembira di antara bencana banjir bandang di Jayapura itu hadir dari kawasan SIL, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani.

Bayi tersebut bernama Sarjan Urwan, anak Listerius Urwan. Dikisahkan sang ayah, bayi laki-lakinya tersebut terkubur material lumpur sedalam lima meter.

Sang bayi beruntung, ada satu papan di atasnya yang menjadi penahan sehingga korban tidak langsung tertimbun dan masih terdapat rongga udara.

Proses evakuasi sang bayi dilakukan pihak keluarga yang dibantu oleh prajurit TNI dari Batalyon 751 dengan menggunakan alat seadanya.

Baca: Teroris Selandia Baru Ini Bingung dengan Denah Masjid, Jemaah Bersembunyi di Ruang Wanita

Baca: Messi Pecahkan Rekor, Gol Tendangan Bebasnya Melebihi Real Madrid dan Liverpool

Baca: Selebrasi Mirip Simeone, Cristiano Ronaldo Dinyatakan Bersalah oleh UEFA & Harus Bayar Segini

"Anak saya luar biasa dan saya sudah yakin anak ini sudah tidak ada lagi tetapi ini cara Tuhan yang luar biasa. Dia bertahan hidup satu hari satu malam. Saya berkomitmen untuk bagaimana caranya saya dapat saya punya anak, itu komitmen saya, kalau nyawa itu Tuhan punya," kata Listerius Urwan.

Menurut dia, tepatnya pada Minggu siang sekitar pukul 11.00, jemaat Gidi Kalpari dan mahasiswa yang sedang berada tiddak jauh dari rumahnya mendengar suara bayi menangis "Berulang-ulang kami dengar dan betul itu anak saya, dia terlempar 10 meter dari rumah," kata Listerius Urwan.

Listerius pun menganggap apa yang terjadi saat ini merupakan mukjizat yang terjadi di keluarganya karena di daerah tempat tinggalnya ada beberapa korban lain yang bernasib nahas.

Kondisi sebagian wilayah di Sentani Jayapura setelah terjadi banjir bandang, Sabtu (16/3/2019) malam. Data terkini sementara sebanyak 50 orang dinyatakan tewas.
Kondisi sebagian wilayah di Sentani Jayapura setelah terjadi banjir bandang, Sabtu (16/3/2019) malam. Data terkini sementara sebanyak 50 orang dinyatakan tewas. (twitter/@persipura)

"Saya tinggal di Jalan Sosial SIL Sentani, di tempat tinggal kami ada tujuh orang yang hanyut, tapi dua masih hidup, salah satunya anak saya," katanya.

Setelah berhasil diselamatkan, Sajan Urwan langsung dibawa ke Puskesmas Sentani Kota untuk mendapatkan perawatan. Kini ia telah dirujuk ke RS Bhayangkara.

Hingga Senin malam, korban tewas bencana banjir bandang di Kabupaten jayapura telah mencapai 75 jiwa, luka ringan 75 orang dan 84 orang luka berat.

Bencana yang berdampak di empat kelurahan tersebut telah membuat 5.931 orang mengungsi di empat posko pengungsian yang ada. (Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Hai Guys! Berita ini ada juga di TRIBUNNEWS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved