Berita Internasional

Teroris Selandia Baru Ini Bingung dengan Denah Masjid, Jemaah Bersembunyi di Ruang Wanita

Korban yang selamat dalam aksi teror di masjid Christchurch, Selandia Baru, mengungkap denah masjid membantu menghindarkan lebih banyak korban.

Teroris Selandia Baru Ini Bingung dengan Denah Masjid, Jemaah Bersembunyi di Ruang Wanita
AFP/GLENDA KWEK
Warga kota Christchurch, Selandia Baru meletakkan karangan bunga untuk mengungkapkan rasa duka terkait penembakan masjid yang menewaskan 49 orang pada Jumat (15/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CHRISTCHURCH - Korban yang selamat dalam aksi teror di masjid Christchurch, Selandia Baru, mengungkap denah masjid membantu menghindarkan lebih banyak korban.

Kepada Stuff via Newsweek Senin (18/3/2019), Mohammed Akheel Uddin berkata, dia tengah berada di Masjid Linwood ketika mendengar suara tembakan.

Dia mendeskripsikan momen penembakan itu ketika si teroris yang diidentifikasi bernama Brenton Harrison Tarrant menyerang. Adapun korban tewas di Linwood berjumlah tujuh orang.

Kepada jemaah yang berkumpul, Uddin memberi tahu mereka bahwa sesuatu sedang terjadi di luar, dan mereka diminta untuk tiarap.

Di tengah momen itu, Tarrant pun mendekat. Namun, teroris asal Grafton, Australia, itu tidak bisa menemukan pintu masuk masjid.

Baca: Messi Pecahkan Rekor, Gol Tendangan Bebasnya Melebihi Real Madrid dan Liverpool

Baca: Selebrasi Mirip Simeone, Cristiano Ronaldo Dinyatakan Bersalah oleh UEFA & Harus Bayar Segini

Baca: Polisi Belanda Buru Pria Turki Berusia 37 Tahun Terkait Penembakan di Trem Utrecht

Jadi, dia mencoba masuk dengan menembak kaca masjid. Kebingungan tersebut memberikan beberapa detik krusial bagi jemaah di dalam untuk bersembunyi.

Atas perintah Uddin, jemaah yang berada di dalam langsung bersembunyi di bagian perempuan. Bagian itu dinilai lebih aman karena bisa dikunci dari dalam.

Dia mengatakan kebingungan Tarrant dalam menemukan pintu masuk menguntungkan mereka karena setibanya dia di dalam, jemaah telah bersembunyi.

"Kemudian saya melihatnya. Dia hanya berjarak sekitar enam sampai delapan kaki dari saya. Benar-benar situasi yang mengerikan," kisah Uddin.

Dia menjelaskan keputusan jemaah untuk segera mengunci pintu seksi perempuan adalah langkah tepat. "Jika tidak, mungkin kami semua sudah tewas," jelasnya.

Tarrant ditangkap tak lama setelah melakukan penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood dengan total korban tewas mencapai 50 orang.

Mohammed Afroz, korban selamat dalam insiden di Al Noor yang menewaskan 42 orang, mengaku dia tidak bisa membantu para jemaah yang ditembak.

Dia juga menuturkan tidak bisa kembali pulang ke asrama dan melihat barang-barang dua teman sekamarnya karena mereka berdua terbunuh.

"Kamar menjadi sangat sunyi sekarang. Kami tidak bisa tidur di sana karena dua teman kami sudah tidak ada," ujar Afroz kembali.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved