Tajuk

Zakat Tumbuh Bermanfaat

Sejak 2016, Gubernur Kalsel memberikan instruksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membayar zakat profesi melalui Baznas.

Zakat Tumbuh Bermanfaat
BANJARMASINPOST.co.id/syaiful anwar
Para penerima Muzzaki Award dari Baznas Kalsel, foto bersama, di Best Western Hotel, Sabtu (16/3/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BEBERAPA pengusaha Banua, memercayakan menunaikan zakat mereka ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Selatan, Sabtu (16/3) usai Malam Anugerah Baznas Kalsel 2019 di Hotel Kindai Banjarmasin; “Pengusaha Banua Pilih Baznas” (BPost, Senin 18/3/2019).

Seperti dikatakan Sekretaris Daerah Kalsel, H Abdul Haris Makkie yang mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, bahwa Paman Birin sapaan akrab gubernur itu berharap orang mampu, khususnya pengusaha di Kalsel menunaikan zakat maal (harta) mereka ke Baznas.

Sejak 2016, Gubernur Kalsel memberikan instruksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membayar zakat profesi melalui Baznas. Itu disambut syukur Ketua Baznas Kalsel, HG (P) Rusdi Effendi AR, sehingga menambah motivasi dalam menjalankan amanah mengelola zakat.

Sebagaimana diberitakan, tercatat menunaikan zakat malam itu Hj Marwiyah Zumry (PT Kaltrabu Indah) Rp 171.220.176, H Anwar Hadimi (PT Awang Sejahtera Permai) Rp 50.000.000, H Supiansyah AR Rp 10.000.000 dan Winardi Setiono Rp 2.000.000.

Dari zakat perusahaan Kaltrabu Indah (sesuai permintaan direkturnya) dibagi atau diberikan kepada Baznas Kalsel Rp 64.500.000, Baznas Kota Banjarmasin Rp 64.500.000, Baznas Hulu Sungai Selatan Rp 21.500.000 dan Yayasan Uma Kandung Rp 21.500.000.

Mencermati visi Baznas Kalsel “Ampih Miskin dengan Sentuhan Zakat”, program pengumpulan dan pendistribusian zakat terus berakar kuat, tentu berkat kesadaran umat Islam di daerah ini menunaikan kewajiban zakat, infak dan sedekah sesuai syariah dan perundang-undangan.

Rusdi Effendi mencuplik laporan Ketua Baznas Pusat, Prof H Bambang Sudibyo, bahwa pengumpulan zakat, infak dan sedekat serta dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia, selama lima tahun terakhir tumbuh rata-rata lebih dari 24 persen per tahun.

Selanjutnya, hasil penelitian Pusat Kajian Strategis Baznas, program pendistribusian dan pendayagunaan zakat 2018, diantaranya berhasil meningkatkan penghasilan mustahik, memperbaiki kesejahteraan ekonomi, keislaman, tingkat pendidikan dan kesehatan mustahik.

Ketua Bazanas Kalsel itu, bertekad untuk memperkuat koordinasi Baznas provinsi dan Baznas kabupaten/kota serta pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi zakat untuk menunjang perbaikan taraf hidup rakyat, terutama yang berada di bawah garis kemiskinan.

Bagi pekerja zakat, tidak ada kata lelah untuk bergerak menemani dan memberikan pelayanan kepada individu, kelompok dan komunitas yang berbasis keumatan.

Rakornas Baznas 4-6 Maret 2019 di Solo, mengeluarkan resolusi di antaranya Baznas provinsi, kabupaten dan kota melakukan koordinasi dengan pemda untuk mendorong penerbitan dan pengoptimalan regulasi pengumpulan zakat dan penyediaan APBD untuk biaya operasional.

Baznas Pusat segera melakukan koordinasi dengan Kemendagri, untuk menindaklanjuti perintah Undang Undang No 23 tahu 2011 terkait penetapan anggaran Baznas provinsi dan Baznas kabupten/kota dalam APBD.

Bagaimana optimalisasi Baznas di Kalsel? Karena ada kesamaan pandangan, bahwa zakat adalah urusan negara di bidang agama dan keuangan sekaligus, dukungan pemerintah daerah dirasakan cukup mengantarkan zakat tumbuh dan bermanfaat. Semoga! (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved