Berita Kabupaten Banjar

Dua Kali Rizki Terjaring Razia KIR, Dishub dan Satlantas Polres Banjar Jaring 12 Kendaraan

Razia yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dibackup Satlantas Polres Banjar di Jalan A Yani Km 39 Martapura membuat Rizki terkejut

Dua Kali Rizki Terjaring Razia KIR, Dishub dan Satlantas Polres Banjar Jaring 12 Kendaraan
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Razia kendaraan angkutan di Jalan A Yani Km 38 Martapura, Rabu (20/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Razia yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dibackup Satlantas Polres Banjar di Jalan A Yani Km 39 Martapura membuat Rizki terkejut, Rabu (20/3).

Terlebih mobil pikap miliknya sebelumnya juga sudah pernah terjaring razia KIR oleh Dishub Kabupaten Banjar.

“Ini terjaring lagi, sudah dua kali jadinya. Mobil angkutan pribadi dan rencana akan saya urus KIR nya,” ucap Rizki sambil berlalu, menuju mobil pikap miliknya DA 8572 BM.

Razia digelar dari pukul 10.00 wita hingga pukul 12.00 wita, ratusan kendaraan angkutan yang dirazia, berhasil dijaring razia sebanyak 12 unit mobil angkutan.

Dikarenakan karena izin KIR mati dan unit kelebihan muatan.

Setelah ditindak petugas, selanjutnya sopir yang terjerat kena tilang langsung diarahkan mengurus proses administrasinya ke Pengadilan Negeri Martapura.

Baca: Istri Baim Wong, Paula Verhoeven Hamil, Terungkap Saat Digerebek Ria Ricis Mesra-mesra di Kamar

Baca: Syahrini Minta Izin Luna Maya Saat Dekati Reino Barack Diungkap Iis Dahlia, Tapi Malah Klarifikasi

Baca: Blak-blakan Melly Goeslaw Soal Lagu Restu yang Rilis, Tentang Syahrini, Luna Maya dan Reino Barack?

Baca: Reaksi Gempita Bertemu Wijaya Saputra yang Dekat Gisella Anastasia, Simak Peringatan Gading Marten

Membawa surat tilang berwarna merah muda untuk ditunjukan ke petugas di PN.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith mengatakan, razia kendaraan angkutan bersama Satlantas Polres Banjar guna meminimalisir kecelakaan lalulintas.

Dijelaskannya, khususnya bagi kendaraan angkutan ada yang namanya uji layak kendaraan atau ada KIR yang mana harus dicek setiap enam bulan sekali.

“Artinya jika tidak diperiksa atau uji layak kendaraan yang mana biasanya enam bulan sekali, maka ada yang tidak berfungsi pada kendaraannya seperti pengereman atau lainnya. Jika tetap dibiarkan di jalan raya maka bisa mengakibatkan kecelakaan lalulintas,” katanya.

Dirinya bersyukur, pada razia Rabu (20/3), satu jam menggelar razia baru dua unit yang terjaring menandakan tingkat kesadaran sopir di Kalsel ini mulai meningkat.

Total hingga berakhir melaksanakan razia sekitar pukul 12.00 wita ada 12 unit kendaraan.

Dia juga mengatakan, utamanya seperti sopir truk juga sudah tertib karena sudah memasang perisai kolong pada bagian kanan dan kiri dibawah bak truk.

Perisai kolong ini menghindari pengendara sepeda motor saat bersenggolan dengan truk, masuk ke bawah truk hingga terlindas.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved