Berita HSS

Kisah Pembuat Kurung Ketupat di Desa Kalian Kandangan, 1 0rang Mampu Buat 500 Kurung

Kisah Pembuat Kurung Ketupat di Desa Kalian Kandangan, 1 0rang Mampu Buat 500 Kurung

Kisah Pembuat Kurung Ketupat di Desa Kalian Kandangan, 1 0rang Mampu Buat 500 Kurung
banjarmasin post group/ hanani
Perajin kurung ketupat di Desa Kalian, Kandangan, HSS, menganyam daun kelapa menjadi kurung ketupat, Rabu (20/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Katupat Kandangan, kuliner khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sudah terkenal sebagai ikon kuliner daerah ini.

Tiap hari tanpa henti, warung-warung yang menyajikan makanan ini selalu ada, dan tersebar di wilayah kota Kabupaten hingga di kecamatan-kecamatan.

Namun, dibalik lezatnya ketupat Kandangan, ada sejumlah perempuan perajin kurung (anyaman daun kelapa yang dibuat sebagai kemasan ketupat) yang tiap hari pula menganyam kurung.

Baca: Bocoran Jadwal Tayang Serial Game Of Thrones Season 8, Segini Total Durasinya

Baca: Soal Daftar Nama Calon Wakil Bupati, Ini Penjelasan Bupati HST A Chairiansyah

Baca: Usai Pergeseren Dirut PD Ambapers, Ini yang Dilakukan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel

Baca: Wajah Anda Terlihat Lebih Tua Daripada Usia? Simak Penjelasan dr Vina Dwiana Ini

Mereka adalah perajin di Desa Kalian, Jalan Singakarsa, Kandangan. Mulai pagi hingga sore, hampir semua ibu-ibu di desa tersebut mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan tersebut.

"Satu orang maksimal membuat 500 kurung ketupat per hari. Satu jam, bisa menganyam 200 kurung. Satu rumah, ada yang mengerjakan dua sampai lima orang,"tutur Sanah, salah satu perajin.

Menurutnya, pekerjaan tersebut, meski hanya sambilan mengisi waktu luang sambil mengurus keluarga, namun menghasilkan uang.

Selain Sanah, dia membuat kurung bersama tiga saudara lainya, yaitu Nani, Itin dan Kayah. "Jadi tiap hari kami menghasilkan 2000 kurung,"tuturnya.

Tak sulit memasarkan kurung, karena sore harinya, para pemilik usahan rumah makan dan warung ketupat datang sendiri ke rumah-rumah warga di Desa Kalian.

Per 100 buah kurung dijual Rp 20 ribu, dengan modal membeli pucuk daun kelapa dan daun kelapa tua Rp 10.000, sehingga keuntungan bersih per 100 kurung hanya Rp 10.000.

"Alhamdulillah, bisa menambah penghasilan suami,"kata Sanah.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved