B Focus Banua Anam

Serangan Hama ke Tanaman Padi Akibat Cuaca Ekstrem, Dinas Pertanian Tapin Sudah Melakukan ini

Pengaruh cuaca ekstrem selama Februari hingga Maret 2019 ini membawa dampak serangan organisme pengganggu tanaman padi.

Serangan Hama ke Tanaman Padi Akibat Cuaca Ekstrem, Dinas Pertanian Tapin Sudah Melakukan ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (20/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pengaruh cuaca ekstrem selama Februari hingga Maret 2019 ini membawa dampak serangan organisme pengganggu tanaman padi.

Itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin, Wagimin.

Menurut Wagimin, paling dominan organisme pengganggu tanaman padi itu adalah Blas dan wereng hijau dan wereng cokelat.

Menurut Wagimin, petani mandiri dan pengamat mandiri yang sudah dibentuknya sudah bekerja sebagai perpanjangan tangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin.

Baca: Tingkah Tak Biasa Mulan Jameela Saat Sidang Ahmad Dhani, Eks Maia Estianty Bikin Surat untuk Prabowo

Baca: Kelakuan Udik Syahrini dan Maia Estianty di Paris Terungkap, Istri Reino Barack Bertingkah Begini

Baca: Tangis Nagita Slavina Dimarahi Raffi Ahmad Diungkap, Ini Sikap Pria yang Dekat Ayu Ting Ting Itu

Baca: Ini Jadwal Pencairan THR dan Gaji ke-13 untuk PNS-Pensiunan Menurut Menkeu Sri Mulyani

Tugasnya sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi pada gejolak serangan hama pada tanaman padi di wilayah Kabupaten Tapin.

"Gerakan penanganan hama tanaman terutama yang berbahaya serangan hama wereng coklat yang berdampak puso.

Ada aturan jika sudah di atas ambang ekonomi, sesuai rumus jumlah hama wereng coklat berapa ekor dikalikan jumlah rumpun tanaman, gerakan pengendalian atau pencegahan hama sudah harus dilaksanakan," katanya.

Gerakan pengendalian hama dengan pemberian obat gratis sudah dimulai dari wilayah Kecamatan Binuang, Tapin Selatan, Tapin Tengah, Lokpaikat, Bakarangan dan Kecamatan Bungur.

Wagimin menilai gerakan pengendalian hama yang dilakukan petani masih dinilai ceroboh.

Itu karena obat-obatan dicampur dengan maksud hama cepat mati.

"Padahal, pengendalian hama yang efektif itu tidak bisa melakukan secara individu. Harusnya pengendalian harus tepat dosis agar tidak berdampak pada ekosistem dan kerugian yang dialami petani," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved