Berita Tanahbumbu

Soal Pembuatan Embung sebagai Sediment Trap, DLH Tanbu Masih Menunggu ini

Pascatercemarnya air sungai Sebamban, Desa Sebamban Baru dan Sebamban Lama oleh aktivitas pertambangan batu bara beberapa perusahaan

Soal Pembuatan Embung sebagai Sediment Trap, DLH Tanbu Masih Menunggu ini
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Warga desa Sebamban Lama, Sungai Loban, Tanahbumbu cukup lama kesulitan air bersih. Selama ini hanya mengandalkan sumur dan sungai untuk keperluan sehari-hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pascatercemarnya air sungai Sebamban, Desa Sebamban Baru dan Sebamban Lama oleh aktivitas pertambangan batu bara beberapa perusahaan, kini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu lebih intens melakukan pengawasan.

Setelah tercemarnya air sungai yang diketahui salah satu sumber kebutuhan keseharian warga melakukan aktivitas, perusahaan berjanji menyalurkan bantuan air bersih.

Sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu, perusahaan ditengarai berkontribusi tercemarnya air sungai Sebamban.

Pihak DLH juga menegaskan, perusahaan membuat embung sebagai sediment trap berfungsi sebagai pengendali limbah pascakegiatan tambang.

Baca: Komentar Pedas Nikita Mirzani pada Billy Syahputra dan Hilda Vitria, Sebut Hal yang Bikin Tak Cocok

Baca: Sinyal Wijaya Saputra & Gisella Anastasia Segera Nikah? Eks Agnez Mo Jumpa Gempi, Anak Gading Marten

Baca: Dewi Perssik Rela Menyanyi di Rumah Sakit demi sang Ayah, Kakek Rosa Meldianti Bereaksi Begini

Baca: Reaksi Ria Ricis Lihat Baim Wong dan Paula Verhoeven Bermesraan di Ranjang, Sebut Hidup Itu Berat

Menurut Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo kepada banjarmasinpost.co.id, pembuatan embung sebagai sediment trap, saat ini perusahaan sedang proses design.

Pembuatan design dibagi dua kelompok yaitu, satu bagian utara dan kelompok satunya untuk di bagian selatan.

Selain perusahaan yang dibagi dua kelompok, juga melakukan inventarisasi lahan rencana pembuatan embung sebagai sediment trap.

Kapan design selesai, dan deadline targetnya sampai kapan dari DLH ke perusahaan-perusahaan? "Kita tunggu design dan inventarisir lahannya yang dilaksanakan perusahaan," jelas Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Namun Rahmat menegaskan, pihaknya akan memberi batas waktu kepada perusahaan untuk pembuatan embung sebagai sediment trap

"Ada 7 perusahaan, dibagi dua kelompok," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat desa Sebamban Baru dan Sebamban Lama, Kecamatan Sungai Loban, khususnya mereka masih bergantung pada air sungai sempat resah.

Masyarakat sempat resah lantaran air sungai mendadak berubah cokelat, karena sebagian dari mereka masih bergantung pada air sungai untuk kebutuhan mencuci, mandi dan kakus.

Meski ada sebagian warga tidak lagi menggunakan, kecuali untuk mencuci piring setelah air diberi obat penjernih.

Kecuali untuk minum mereka membeli dari penjual air tong.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved