Berita Banjarbaru

Tanaman Sawit Empat Hektare Masuk ke Kawasan Tahura Sultan Adam, Ini Tindakan Polhut

Tanaman Sawit Empat Hektare Masuk ke Kawasan Tahura Sultan Adam, Ini Tindakan Polhut

Tanaman Sawit Empat Hektare Masuk ke Kawasan Tahura Sultan Adam, Ini Tindakan Polhut
Humas Dishut untuk BPost Group
Olah lokasi penanaman sawit masuk kawasan Tahura Sultan Adam di daerah Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (20/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Perkebunan sawit akan menyalahi jika. Mana itu ditanam di kawasan hutan konservasi. Hal ini terjadi di kawasan Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut.

Dimana diketahui terdapat tanaman sawit dengan umur tanam sekitar dua sampai dua setengah tahun di areal seluas empat hektare.

Karena itu pula, petugas dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melakukan giat dengan olah tempat kejadian perkara, Selasa (19/3/2019), perkebunan dalam kawasan hutan konservasi wilayah taman hutan raya Sultan Adam dengan membawa koordinator GPS.

Ternyata benar bahwa areal sekitar empat hektar tersebut masuk di kawasan penyangga Tahura dalam Kawasan Hutan Konservasi.

Baca: Keunggulan Syahrini dari Luna Maya Raih Restu Ibunda Reino Barack Reiko Barack, Incess Cuma 5 Bulan

Setelah dikroscek ke pemiliknya yakni HD disebutkan tidak tau kalau areal tersebut masuk dalam kawasan Tahura. Namun setelah dijelaskan HS mengerti dan mengaku jika menanam sawit di areal tersebut adalah salah

"Ya saya kurang tau tadinya pak. Saya tanam saja. Baru tau ini sudah masuk kawasan Tahura," tandas MS yang juga guru SD tersebut kepada petugas.

Kepala Dinas Kehutanan Naif Faisol Nurofiq melalui kepala bidang perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan ekosistem, Pantja Satata membenarkan bahwa pada lokasi yang tanaman sawit MS masuk di areal lokasi Tahura.

"Kita kroscek dan berikan pemahaman, Saudara MS menyadari perbuatannya bahwa apa yang dilakukannya yaitu berkebun dalam kawasan konservasi merupakan perbuatan melanggar hukum dan selama pemeriksaan serta pendampingan olah Temoat Kejadian bersikap kooperatif, " tandasnya

Dijelaskan dia bahwa MS bersedia mengikuti segala proses hukum maupun proses lainnya yang diputuskan oleh Dinas Kehutanan dalam hal ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Olah lokasi penanaman sawit masuk kawasan Tahura Sultan Adam di daerah Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (20/3/2019)
Olah lokasi penanaman sawit masuk kawasan Tahura Sultan Adam di daerah Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (20/3/2019) (Humas Dishut untuk BPost Group)

Bahwa di sekitar lokasi lahan sawit saudara MS ditemukan pula tanaman sawit yang produktif dan dipanen secara rutin serta dirawat, dengan usia tanam lebih dari 7 tahun, dengan luasan yang melebihi dari lahan sawit yang dikelola/kuasai oleh saudara MS.

"Atas informasi dan temuan fakta di lapangan, terhadap pengelolaan lahan sawit yang ada di sekitar akan diminta hadir pada Dinas Kehutanan Cq kantor seksi pengamanan hutan, dan seksi KSDAE di Gang petai Banjarbaru," lontarnya.

Dijelaskan Pantja Satata dalam masa penyelidikan dan atau penyelidikan saudara MS bersedia lahannya digusur, dan diambil sebagian pohonnya untuk penyisihan barang bukti.

"Atas penggusuran lahan tersebut saudara MS meminta agar masih dapat memanfaatkan untuk ditanami tanaman keras/pohon," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id / nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved