Berita Kalteng

Tingkatkan PAD Sasar Perusahaan, Pemprov Kalteng Targetkan Pajak Air Permukaan Rp 1 Miliar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai melakukan penagihan pajak air permukaan atau penggunaan air tanah kepada perusahaan di Kalteng.

Tingkatkan PAD Sasar Perusahaan, Pemprov Kalteng Targetkan Pajak Air Permukaan Rp 1 Miliar
tribunkalteng.com/fathurahman
Pengolahan air PDAM Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai melakukan penagihan pajak air permukaan atau penggunaan air tanah kepada perusahaan yang memanfaatkan air permukaan untuk kebutuhan sehari-hari dalam operasionalnya.

Meski belum menyentuh penagihan pada penggunaan air tanah untuk rumah tangga, namun ini menjadi pembicaraan warga Palangkaraya, karena selama ini warga Kota Cantik, kebanyakan menggunakan air tanah untuk kebutuhan keaeharian, alasannya air tanah lebih bersih atau lebih jernihbdaripada air PDAM.

"Awalnya, memang rumah kami menggunakan dua sumber air yakni menjadi pelanggan PDAM dan menggunakan mesin sedot untuk mendapatkan air tanah, karena lahan di Palangkaraya berpasir, sehingga air tanah jernih dan bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari di rumah tangga" ujar Murni, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Rajawali Km 5 Palangkaraya, Rabu (20/3/2019).

Baca: Mau Berangkat ke Puruk Cahu, Bus Air KM Muara Sumber Tenggelam di Dermaga Banjar Raya

Baca: Tersenggol Kedua Kalinya di LIDA 2019, Duta Kalsel Tak Kuasa Menahan Tangisnya

Dia mengatakan, penggunaan air tanah selain lebih jernih dan bersih , saat ini tidak dikenakan pungutan atau pajak dari pemerintah, sedangkan menggunakan air PDAM ada kewajiban untuk membayar tagihan setiap bulannya yang nilainya tergantung pemakaian.

"Untuk air tanah kan bisa langsung sedot sedangkan PDAM bayar perbulan, makanya kami stop pakai PDAM," ujarnya lagi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalteng, Kaspinoor.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalteng, Kaspinoor. (tribunkalteng.com/fathurahman)

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Tengah, Kaspinoor, mengatakan, tahun ini pihaknya memasang target PAD untuk air tanah mencapai Rp1 miliar dan sudah mulai dilakukan penagihan untuk pengguna dari kalangan industri atau perusahaan sedangkan untuk rumah tangga pengenaan pajak belum diberlakukan.

"Target pencapaian PAD khusus untuk air permukaan sebesar Rp1 miliar dan saat ini sudah mulai dilakukan penagihan seperti pihak perhotelan dan perusahaan lainnya. Saat ini penagihan sudah mencapai lebih dari 20 persen yang ditagih langsung ke perusahaan yang bersangkutan dalam penagihannya, kami optimistis target akan tercapai," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturaman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved