Berita Banjarmasin

Budi Suryadi : MEA di Daerah Berkembang dan Berorientasi Investasi dan Barang-Jasa

Acara seminar dibuka Wakil Rektor II ULM, Dr Ir H Syamsu Hidayat MP dihadiri Dekan FKIP ULM Prof Wahyu MS dan undangan lainnya.

Budi Suryadi : MEA di Daerah Berkembang dan Berorientasi Investasi dan Barang-Jasa
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Seminar nasional Perkembangsn Ekonomi Politik Masyarakat Ekonomi ASEAN di Indonesia yang diselenggaraksn pusatbstudi ASEAN Universitas Lambung Mangkurat (ULM). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 170 lebih mahasiswa dari berbagai program studi ULM mengikuti seminar nasional Perkembangan Ekonomi Politik Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Indonesia yang diselenggarakan Pusat Studi ASEAN Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin yang berlangsung di aulia Rektorat ULM, Kamis (21/3/2019).

Pembicara dalam seminar itu Hariyadi, dosen Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya,
Dr ir Ariadi Noor kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kalsel, Dr Budi Suryadi, MSi yang menjabat Ketua Pusat Studi ASEAN ULM dengam moderator Dr H Bachruddin Ali Achmad MSi yang juga dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM.

Acara seminar dibuka Wakil Rektor II ULM, Dr Ir H Syamsu Hidayat MP dihadiri Dekan FKIP ULM Prof Wahyu MS dan undangan lainnya.

Menurut nara sumber Dr Budi Suryadi, MSi sekaligus ketua Pusat Studi ASEAN ULM, dengan seminar ini diharapkan bisa mengembangkan wawasan mahasiswa tentang MEA (Masyarakat E.

"Selama ini banyak orang kurang tahu bahwa MEA setelah jalan 3 tahun lebih berkembang dalam bentuk modal, investasi dan barang-jasa," katanya.

Baca: KPU Kalsel : Sebanyak 20.694 Pemilih (DPTb) Pindah Memilih di Kalsel, 14.533 Keluar Kalsel

Ditambahkan Budi, perkembangan MEA di daerah yang lebih berorientasi investasi dan barang-jasa.

Sementara itu, Hariyadi, dosen Pascasarjana Universitas Airlangga mengungkapkan ada tiga kepentingan Indonesia dalam kontek menjadi anggota ASEAN.

"Sejak awal Indonesia merupakakan salah satu mediator pendiri ASEAN. Indonesia punya kepentingan menempatkan posisi ASEAN sebagai penjuru politiknya," katanya.

Kedua, lanjut dia, keberadaan ASEAN punya peran sentral buat 10 negara anggotanya menghadapi ekonomi global dari negara lain yang lebih kuat.

"Ketiga, Indonesia bisa mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi politik untuk menjelaskan keberadaan interaksi pasar bebas ASEAN," ungkapnya.

Baca: Wejangan Malam Pertama Lucinta Luna dari Baim Wong dan Paula Verhoven, Ngaku Nikahi Pria Filipina

Dr ir Ariadi Noor kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kalsel, memaparkan kedepannya Kalsel tidak lagi mengandalkan dari hasil tambang melainkan mengembangkan pariwisata, industri dan lainnya.

"Kita sudah punya planning mengembangkan industri di daerah Batulicin dan Jorong," ungkapnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved