Berita Banjarmasin

Kemenkeu RI Ajak Generasi Milenial Kalsel Susun APBN, Ini Tujuannya

Kementrian Keuangan Republik Indonesia melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kamis (21/3/2019) pagi ini, menggelar workshop simulasi APBN.

Kemenkeu RI Ajak Generasi Milenial Kalsel Susun APBN, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Fino Valico Waristi, selaku Kepala Subbidang Belanja Modal, Badan Kebijakan Fiskal saat menyampaikan materi tentang APBN. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kementrian Keuangan Republik Indonesia melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kamis (21/3/2019) pagi ini, menggelar workshop simulasi APBN.

Bertempat di Best Western Kindai Hotel Jalan A Yani Kilometer 5 Kota Banjarmasin, Kalsel, acara tersebut dibuka oleh Usdek Rahyono, SH selaku Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Selatan.

Diseminasi juga mengundang sejumlah kaum milenial baik dari kalangan mahasiswa dalam hal ini Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Uniska Banjarmasin.

Sedangkan dari pegawai lingkup Kementrian keuangan, mereka terdiri Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharan Kalsel, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalselteng, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan, serta Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara kalselteng.

Baca: Penyebab Ashanty Minta Cerai pada Anang Hermansyah dalam Kisah Masa Lalu Terungkap, Ternyata

Baca: Hotman Paris Gerebek Jet Pribadi Pernah Dipakai Syahrini Istri Reino Barack, Sindir Incess?

Baca: Link Alternatif Pengumuman SNMPTN 22 Maret 2019 Selain snmptn.ac.id dan Jadwal Penting Lainnya

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Usdek Rahyono di sela membuka langsung acara workshop pagi tadi mengatakan kegiatan ini sejatinya diselenggarakan oleh badan kebijakan fiskal dari Jakarta.

Menurutnya kenapa mengundang generasi milenial pada kegiatan tersebut, karena pihaknya ingin kepada mereka yang masih di bawah 35 tahun atau calon pemimpin-pemimpin bangsa bisa memahami bagaimana tentang penyusunan APBN.

"Karena selama ini kan yang mereka pahami mungkin APBN hanya seperti keuangan rumah tangga saja. Padahal tidak. Melainkan APBN itu disusun dulu pengeluaran untuk apa-apa, baru dicari pendapatannya dari mana saja. Kalau pendapatan ini kurang, juga harus bagaimana," jelasnya.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan melainkan sejumlah peserta workshop juga berkesempatan akan menyusun langsung postur APBN berdasarkan versinya masing-masing, Kamis ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Adryanto, Kepala Bidang Pengembangan Model dan Pengolahan Data Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Riznaldi Akbar dan Fino Valico Waristi, selaku Kepala Subbidang Belanja Modal, Badan Kebijakan Fiskal. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved