Cetak

Kisah Budi, Pembuat Jamu Tradisional di Kotabaru yang Bertahun-tahun Tunggu Izin Pemasaran

Kisah Budi, Pembuat Jamu Tradisional di Kotabaru yang Bertahun-tahun Tunggu Izin Pemasaran

Kisah Budi, Pembuat Jamu Tradisional di Kotabaru yang Bertahun-tahun Tunggu Izin Pemasaran
banjarmasin post group
Tangkapan Layar BPost Hal 1 Terbit Kamis (21/3/2019) - jamu 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menunggu bertahun-tahun sejak 2007, produk jamu tradisional pasangan suami istri, Budi Santoso (53) dan Wahyu Hartini (51), akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk dipasarkan.

Kini dia sudah mulai berani untuk memasarkan produk olahannya yakni Sari Madjur Temulawak Instant dan Jahe Instant.

Padahal keduanya sudah bertahun-tahun membuat jamu tradisional, namun tidak pernah dipasarkan ke masyarakat umum karena takut. Selama ini produk mereka hanya dipasarkan ke teman dan kerabat yang tahu dan ke dinas-dinas.

Pengalaman baru bisa menembus pasar ini diungkapkannya usai kunjungan tim teknis perizinan produk industri produk rumah tangga ke rumahnya di Jalan Tanjung Serdang Desa Sembulungan Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru.

Baca: Via Vallen Colek Gading Marten Saat Lihat Gempita Versi Bule di Rusia, Mirip Anak Gisella Anastasia?

Baca: Respons Tak Terduga Jokowi & Sikap Kubu Prabowo Sikapi Hasil Survei Litbang Kompas di Pilpres 2019

Baca: Banyak Pos Polisi yang Kosong, Ini Penjelasan Kapolresta Banjarmasin dan Polda Kalsel

Setelah kunjungan itu, akhirnya dua produknya itu sudah resmi memiliki nomor industri IPRT dari Dinas Perizinan dan dinas Kesehatan. Produknya itu kini sudah mulai dipamerkan di daerah bahkan ke Banjarmasin.

"Alhamdulillah, setelah sekian tahun menjajakan ke teman dan kerabat, akhirmya kami sudah bisa memasarkannya karena sudah ada kodenya dan izin yang segera terbit dari perizinan Kotabaru," kata Wahyu Hartini yang punya satu anak dan kini bekerja di Dinas Perdagangan Kotabaru.

Dia mengatakan, suaminya yang selalu menawarkan bahkan saat ini banyak permintaan dari rekanan. Sehingga rutin membuat produk tersebut yang bagus untuk kesehatan. Produk tersebut diproduksinya setiap dua hari sekali hingga mencapai omset Rp 1,7 juta per produksi.

Wahyu Hartini mengaku sudah membuat produk tersebut bertahun-tahun bahkan sudah pernah melayangkan surat ke dinas Terkait namun belum ada jawabanm hinggga akhirnya kembali meminta untuk peninjauan produk rumah tangga itu.

"Kami sangat bersyukur sekarang sudah ada keberanian untuk memasarkannya. Sebab sebelumnya masih takut karena tidak ada izin resminya. Sekarang dengan adanya izin resmi yang keluar diawal Maret, membuat kami lebih mudah untuk memasarkannya," ucap Hartini.

Baca: Soimah Blak-blakan Tentang Perselingkuhan Buat Nagita Slavina Bereaksi ke Arah Raffi Ahmad

Baca: Dua Kali Ashanty Minta Cerai Dari Anang Hermansyah, Ibu Sambung Aurel Sempat Menduga Bakal Lumpuh

Budi Susanto menambahkan, produk tersebut sangat baik untuk kesehatan bahkan bisa meningkatkan staminanya dengan bahan alami. Untuk Temulawak Instant komposisinya adalah gula pasir dan temulawak. Sementara untuk Jahe Instant komposisinya adalah jahe merah dan gula. Dia menanam sendiri kedua bahannya itu tanpa adanya campuran bahan kimia.

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved