Tajuk

Modal Akreditasi A

UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) kini menyandang akreditasi A berdasar penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

Modal Akreditasi A
BANJARMASINPOST.co.id/hari tri widodo
Peserta Gober 46 meninggalkan lokasi start, kampus ULM Kayutangi, Minggu (6/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) kini menyandang akreditasi A berdasar penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kalsel yang mendapat nilai unggul tersebut.

Bukan perkara mudah. Perguruan tinggi negeri pertama di Kalsel yang berdiri sejak 21 September 1958, harus melalui perjalanan panjang agar meraih akreditasi tertinggi tingkat nasional tersebut. Termasuk melakukan sejumlah peningkatan, mulai sumber daya manusia hingga insfastruktur. Termasuk proyek 12 gedung baru yang saat ini sudah selesai.

Apakah perjuangan ULM telah selesai? Jelas belum! Pasalnya, akreditasi tersebut hanya berlaku hingga lima tahun ke depan. Sebelum kembali dinilai oleh BAN-PT, ULM harus terus berbenah, agar kembali terakreditasi A.

Tugas lainnya, tentu melakukan perbaikan-perbaikan di level program studi dan fakultas yang tidak semua mendapat akreditasi A. Termasuk beberapa program studi baru yang saat ini masih belum terakreditasi.

Telah diraihnya akreditasi A oleh ULM tentu menjadi kebanggaan bagi semua pihak. Tak hanya pihak akademisi di ULM, juga alumni hingga warga Kalimantan Selatan. Karena akreditasi ini diharapkan menjadi patokan kualitas pendidikan di Banua.

Diraihnya akreditasi A bagi ULM juga menjadi salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal dalam memberikan pengakuan formal bahwa perguruan tinggi ini mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu.

Keberadaan akreditasi A bagi perguruan tinggi juga menentukan bagi para alumninya untuk bersaing memasuki dunia kerja. Salah satunya untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 lalu, yang salah satu syaratnya adalah peserta lulusan perguruan tinggi yang terakreditasi A.

Secara kelembagaan, akreditasi yang telah diraih ULM juga berguna untuk pengusulan proyek institusi. Tentu besaran nilai proyek tersebut berbeda-beda berdasarkan akreditasi yang telah diraih, apakah akreditasi A, B, atau C.

Jaminan mutu lulusan pun bisa dinilai dari akreditasi yang diraih, karena salah satu unsur penilaian predikat akreditasi perguruan tinggi adalah kualitas dosen pengajar. Para dosen ini besar perannya dalam menentukan nilai akreditasi dan menjamin lulusan yang berkualitas.

Kualitas dosen perguruan tinggi terakreditasi A tentu lebih tinggi dibanding pengajar di perguruan tinggi yang akreditasinya masih B atau C.

Bagi dunia pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan, keberhasilan ULM meraih akreditasi A diharapkan bisa memacu perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, meraih predikat serupa.

Harapannya, semua perguruan tinggi di Kalimantan Selatan bisa terakreditasi A sebagai bentuk jaminan bagi calon mahasiswa dan alumni mereka saat berinteraksi dengan masyarakat. Bahwa mereka bukan menempuh pendidikan di perguruan tinggi abal-abal. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved